Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 22/08/2026 22:45:35 WIB
SMANSaKu-News. Sebagai sekolah Adiwiyata Nasional, SMA Negeri 1 Kutowinangun memperikan perhatian khusus pada pengelolaan lahan sekolah dengan rogram-program pelestarian lingkungan. Pembatasan penggunaan sampah plastic, pengelolaan sampah kelas secara mandiri, pemeliharaan tanaman sekolah dan proses reboisasi secara berkala.
Dalam program kokurikuler minggu ini, sengaja diagendakan untuk program penguatan sekolah asri, yaitu sekolah yang nyaman, berkecukupan kebutuhan oksigenya, rindang, sehngga lingkungan sekolah nyaman menjadi tempat belajar. Kali ini kegiatan dilakukan dengan mengelola taman dan penanaman beberapa tanama produktif dan tanaman hias di lahan-lahan yang telah ditentukan, pada Jum’at, 21 Agustus 2026 kemarin.
“Kegiatan berbasis kelas. Setiap kelas mendapat tugas mengelola kapling lahan yang telah ditentukan.pengelolaan terdiri dari pengolahan tanah, pemberian pupuk organik, penanaman bibit produktif, tanaman hias, tanaman TOGA sampai pembuatan pagar, sesuai dengan kebutuhan lahan masing-masing.” ungkap Wahyu Dwi Sutanto, S.Pd, selaku Waka Kesiswaan
Kegiatan ini dilakukan oleh kelas X dan XII, sebagai bagian dari upaya sekolah mempertahankan predikat sekolah Adiwiyata. Para siswa tidak hanya menanam, tapi juga ikut merawat green house dan menata Kembali taman sekolah.
Salah satu peserta, Nur Aziz, mengaku senang bisa terlibat dalam pengelolaan lingkungan sekolah.
"Saya merasa senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan lingkungan sekolah, karena berarti saya ikut andil dalam menciptakan lingkungan sekolah yang hijau dan asri, sehingga nyaman sebagai tempat belajar" ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat danmembuat lingkungan sekolah jadi lebih bersih, lebih hijau, dan terawat.
Hal senada disampaikan Fhashinta Asz'zahra Anindya Putri. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar menanam, tetapi melatih warga sekolah merasa memiliki lingkungan sekolah dan melatih kepedulian.
"Dengan kegiatan ini saya juga dapat belajar bagaimana cara mengelola lahan dan cara menanam yang benar. Selalin dapat menumbuhkan kebersamaan, juga melatih kerjasama sesama teman, sehingga menjadi lebih dekat," katanya.
Selama kegiatan, para murid diberi tugas dan tanggungjawab secara berotong royong. Ada yang membersihkan lahan, membawa peralatan, membawa bibt tanaman, penyiraman dan melakukan penanaman. dibagi tugas secara gotong royong.
Meski sempat terkendala tanah yang keras dan jarak sumber air yang jauh, semangat siswa tidak surut. "Tidak ada kesulitan yang berarti, karena semua teman saling membantu dan bekerjasama," kata Nur Aziz.
Kepala Sekolah, Bapak Budiono, S.Si, M.Pd berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini pada warga sekolah. Beliau berpesan "Jagalah lingkungan sekolah, karena kebersihan lingkungan itu penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman."
Dengan tambahan beberapa tanaman baru, lingkungan sekolah diharapkan menjadi lebih hijau, sejauk dan asri. Dari tanaman sederhana, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar. Kesadaran untuk merawat dan tidak merusak lingungan sekolah, aalah bagian turut menciptakan sekolah hijau. (red-SMANSaKu/Intan, dkk)