Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 13/07/2026 15:19:31 WIB
SMANSaKuNews. Kalau tugas guru hanya mentransfer ilmu, tentu semua orang bisa melakukannya. Tetapi sebenarnya tugas guru adalah pendidik. Jika mengajar, maka guru lebih berfokus pada transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan akademis, bertujuan membuat siswa tahu dan paham. Tetapi pada proses mendidik, guru harus mengawal dan membimbing proses pembentukan karakter, sikap, moral, dan nilai kehidupan, yang bertujuan menjadikan siswa individu yang lebih baik, bertanggung jawab, dan berbudi pekerti luhur.
Untuk menjadi pendidik, maka seorang guru hanya hanya berbekal ilmu pengetahuan, tetapi juga ilmu tentang psikologi belajar dan psikologi anak, sebab guru adalah orang tua pengganti ketika anak berada di sekolah. Melalui kegiatan parenting, diharapkan semakin menambah wawasan guru dalam menjalankan fungsi dan profesinya, dengan makin memahami perkembangan anak yang hidup di peradaban teknologi, sehingga benar-benar dapat melaksanakan pola asuh yang tepat.
Parenting sering kali bukan sekadar mengajarkan anak, melainkan proses belajar bagi orang tua itu sendiri untuk terus tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan usia anak.
Untuk mendalami berbagai gaya dan tips pengasuhan anak Bidang Humas SMA Negeri 1 Kutowinangun, yang dimotori Ibu Rita Yuniarti, S.Pd menyelenggarakan parenting bagi guru dan karyawan dengan tema Guru Sehat Jiwa, Karyawan Bahagia dan SMANSaKu Jaya yang bertempat di GOR Aroengbinang yang menghadirkan narasumber Psikolog Bunda Afifah Akbar dari Pejagoan-Kebumen.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, Budiono, S.Si, M.Pd. Tampak hadir juga Ketua Komite Arif Widodo, S.H, M.I.Kom dan 2 pengurus Komite lainnya. Kepala Sekolah mengingatkan kepada para guru agar senantiasa dapat memantau perkembangan murid yang jumlahnya cukup banyal. Sementara Ketua Komite, mengingatkan tentang pentingnya kekompakan dalam lingkungan kerja, sehingga tercipta suasana kerja yang aman dan nyaman.
Dalam paparanya Bunda Afifah menyampaikan, bahwa setiap orang memiliki potensi stress atau depresi. “Setiap orang pada dasarnya mengalami depresi, tinggal bagaimana kemampuan mengelolanya. Apalagi bagi profesi seorang guru yang berhadapan dengan anak-anak yang memiliki sifat, karaketr yang berbeda-beda karena berasal dari zaman yang berbeda, tentu butuh strategi untuk mengelolanya” ungkapnya
Melalui pehamanan parenting yang baik, diharapkan guru dapat membentuk karakter dan moral anak, dapat mendukung perkembangan kecerdasan dan kemampuan social dan memastikan anak merasa aman, dicintai, dan memiliki kesehatan mental yang baik. (red-SMANSaKu)