Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 15/10/2024 19:34:35 WIB
SMANSaKuNews. Belimbing Wuluh memiliki nama Latin Averrhoa bilimbi L, di Indonesia dikenal pula dengan nama belimbing masam, belimbing sayur, belimbing buloh, belimbing besi, atau belimbing botol karena bentuknya seperti botol.
Belimbing wuluh sejenis pohon berkayu yang diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku , dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, Myanmar, dan Malaysia.
Pohon belimbing wuluh ini mudah tumbuh di daerah tropis, tinggi pohonnya bisa mencapai 5 m dengan batang yang tak begitu besar, hanya sekitar 20 cm. Batangnya banyak ditumbuhi ranting dan buah yang menempel di hampir semua bagian batangnya. Daunnya termasuk majemuk, menyirip, dan ganjil. Anak daunnya bertangkai pendek, berbentuk bulat telur sampai jorong, ujungnya runcing, pangkalnya membulat, tepinya rata. Ukuran daunnya adalah: 2-10 cm berwarna hijau, dan permukaan bawahnya berwarna hijau muda.
Rasanya yang sangat masam, di beberapa daerah blimbing wuluh dijadikan sebagai campuran memasak, khususnya ikan atau daging. Namun dibaliknya rasanya yg masam tersebut, belimbing wuluh memiliki beberapa manfaat dan khasiat untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan seperti hipertensi, batuk, sariawan, masalah perut, demam, diabetes, juga dalam mengatasi jerawat . Dalam pengobatan tradisional, Belimbing wuluh sering digunakan untuk meredakan berbagai keluhan kesehatan lainnya, seperti :
Menurut salah satu guru Biologi, Husnawati, S.Pd, M.Pd “Di sekolah kita SMA Negeri 1 Kutowinangun, juga memiliki tanaman belimbing wuluh ini. Sayangnya karena ulah beberapa siswa pohon ini jarang sekali buahnya sampai besar dan tua. Butuh kesadaran dan kepedulian warga sekolah, untuk dapat menjaga kelestarian lingkungan sekolah, bukan malah merusaknya, agar tanaman ini tetap lestari dan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi, khususnya mata pelajaran Biologi’ tuturnya (red-SMANSaKu)