Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 01/11/2024 21:13:53 WIB
SMANSaKuNews. Selain sebagai pusat ibadah, keberadaan masjid menjadi sarana kegiatan kerokhanian siswa-siswi di SMA Negeri 1 Kutowinangun dengan jumlah warga sekolah yang mencapai 1.000 lebih, maka pegelolaan dan fasilitas tempat ibadah harus representatif guna menjamin kenyamanan warga pengguna. Perlu diketahui, bahwa masjid di SMA Negeri 1 Kutowinangun, terbuka untuk umum, dimana masyarakat di luar sekolah dapat turut memanfaatkan sebagai sarana ibadah, termsuk ibadah sholat Jum’at.
Musholla yang direnovasi menjadi Masjid pada tahun 2000an saat itu masih diprakarsai oleh Komite dengan sumber dana dari wali siswa, sampai saat ini belum pernah mengalami renovasi kembali, hanya penambahan fasilitas pendukung. Dengan ketentuan baru tentang dukungan wali, saat ini sekolah tentu mengalami kesulitan jika akan melakukan perbaikan, mengingat dana BOS tidak diperbolehkan untuk pembiayaan/renovasi masjid/musholla sekolah. Biaya pengelolaan dan perawatan masjid sekolah sampai saat ini dari dana infaq para siswa tiap hari Jum’at.
Menurut Ketua Takmir Masjid Al Irsyad, Bpk Muhajir, S.Pd beberapa fasilitas ibadah memang sudah butuh perbaikan, namun karena keterbatasan sumber dana, perbaikan dan penambahan kelengkapan dilakukan secara bertahap “Alhamdulillah, di tahun 2024 ini masjid mendapat alokasi bantuan pemeliharaan sarana ibadah yang bersumber dari dana UPZ (Unit Pengelola Zakat) Dinas Pendidikan Provinsi Jawangah, sebesar Rp. 30.000.0000 (tiga puluh juta rupiah). Dana tersebut diterima langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari A, S.Pd di Cabdin IX pada hari Kamis, 15 Agustus 2024 silam” ungkapnya
Selanjutnya dana tersebut digunakan untuk keperluan peremajaan sound sistem masjid senilai 9 juta, penambahan dan perbaikan canopy (8 juta), renovasi tempat pengimaman 4 jt, dan sisanya 9 jt untuk pembuatan kamar mandi, pembuatan sekat tempat wudhu putri, penebangan pohon dan penutupan area bekas taman.
Sampai saat ini pekerjaan renovasi dan pengadaan sarpras masjid masih berlangsung dan ditangani oleh pihak ketiga.
“Semoga dengan perbaikan dan peningkatan sarpras masjid sekolah ini makin menambah kenyamanan warga sekolah dan warga di sekitar sekolah. Mengingat ketentuan pendanaan untuk masjid, maka selain dari infaq siswa, butuh peran serta masyarakat termasuk Alumni SMA Negeri 1 Kutowinangun” jelas Ibu Tri Lestari A, S.Pd, selaku Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun (red-SMANSaKu)