Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 26/08/2026 21:48:14 WIB
SMANSaKu-News. Sejak, Sabtu, 22 Agustus 2026, Tim Kreatif “MarismaKu” SMA Negeri 1 Kutowinangun yang dimotori M Musin, S.T dan Suratno, S.Pd serta beberapa rekan guru, mengirimkan 2 buah karya kitiran masing-masing kategori tradisional dan inovasi untuk memeriahkan Festival Kitiran Kebumen 2026 di Pantai Mliwis Kecamatan Ambal. Panitia, juga mengundang penggiat kitiran dari Sriharjo, Bantul, Yogyakarta yang lebih dahulu menggelar acara yang sama. Kedatangan penggiat kitiran Sriharjo, selain untuk melihat langsung pelaksaaan Festival Kitiran di Kebumen, juga untuk menjadi salah satu Dewan Juri. “Kami sengaja mengundang penggiat kitiran dari Sriharjo, Yogyakarta untuk menjadi salah satu Dewan Juri di Festival Kitiran di Kebumen, karena Sriharjo merupakan daerah yang lebih dulu menginisiasi diselenggarakannya festival kitiran. Mereka cukup kaget dengan karya kitiran warga Kebumen. Meskipun baru pertama, namun karya-karyanya lebih inovatif.” Ungkap Mujiono, salah satu Dewan Juri dari Disparbud Kebumen.
Festival Kitiran Kebumen yang digelar di Kebumen di Pantai Mliwis, Ambal ini, merupakan festival pertama di Kebumen dengan mengusung tema "Tradisi Berputar, Budaya Mengakar, Pariwisata Sumunar," . Festival ini diselenggarakan mulai Sabtu, 22-25 Agustus 2026, dengan puncak acara pada Selasa, 25 Agustus 2026, bersamaan dengan cara rutin Desa Kenoyojayan yaitu “Grebeg Rolasan” yang dikenal dengan Menthak-menthik, atau enthak-enthik. Penampilan kitiran karya SMA Negeri 1 Kutowinangun cukup memeukau Dewan Juri, sebab satu-satunya karya tradisional yang menggunakan bahan alami lokal seperti macung (pelepah manggar), pelepah pinang, tali ijuk, tali serabut kelapa dan bamboo. Kapal yang diberinama Bodronolo-397 ini mengingatkan kita kepada jasa Ki Bodronolo, yang telah membantu prajurit Mataram dalam melawan penjajah. Kegigihan dan jiwa patriotismenya patut menjadi catatan sejarah penting di Kebumen, sehingga Sultan Agung memberikan amanat kepada Ki Bodronolo sebagai penguasan Kadipaten Kebumen, dan tercatat sebagai Bupati Kebumen yang pertama.
Diakhir acara Grebeg Rolasan, diumumkan para pemenang lomba kitiran, dan penyerahan hadiah, untuk masing-masing kategori. Karya tradisional perahu Bodronolo akhirnya harus puas mendapat Juara-2. Sedang juara-1, 3 dan 4 diborong oleh karya tim tuan rumah, Desa Kenoyojayan. Untuk kategori Inovatif, masing-masing diraih oleh Kecamatan Rowokele sebagai Juara 1, disusul juara 2 dari SMP Negeri 3 Kutowinangun, Sukma Bambu SIdoluhur sebagai juara 3 dan SMP Negeri 2 Buluspesantren
Masing-masing pemenang diberikan piala dan uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Kepala Disparbud Kebumen, Frans Heidar, Bersama anggota DPRD dari Partai Golkar M Khilili, Camat Ambal dan Kapolsek Ambal.
Melalui Festival kitiran dapat mengangkat kembali tradisi permainan tradisional kincir angin (kitiran) juga diharapkan mendongkrak perekonomian kreatif, khususnya pariwisata. Dan terbukti, berdasarkan catatan Panitia, di Pantai Mliwis pengunjung wisata mengalami peningkatan cukup drastic, dengan catatan lebih dari 11.000 pengunjung. (red-SMANSaKu)