Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 18/09/2024 12:23:55 WIB
SMANSaKuNews. “Seolah menjadi lumrah, ketika sebuah lembaga mengalami pergantian kepemimpinan biasanya akan diikuti dengan pergantian kebijakan yang tidak menutup kemungkinan dipengaruhi oleh latar belakang pengambil kebijakan tersebut. Begitu juga yang terjadi di sekolah, ketika terjadi pergantian pimpinan baru, biasanya akan diikuti dengan program baru yang tujuannya untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas sekolah” tutur Isman Sawabi, S.Pd guru SMA Negeri Kutowinangun, yang juga alumni sekolah ini, dan telah mengalami beberapa kali pergantian Kepala Sekolah.
Maket adalah tiruan tiga dimensi dari suatu objek atau bangunan dalam skala kecil. Maket dapat dibuat dari berbagai bahan, seperti kayu, kertas, atau tanah liat. Maket merupakan alat bantu perencanaan dan pengembangan sebuah proyek atau bangunan. Selain itu dengan adanya maket dapat membantu mengurangi risiko kesalahan atau ketidakcocokan antara desain dengan konstruksi bangunan yang dibuat. Melalui maket tiga dimensi ini, juga dapat memberikan gambaran yang jelas dan detail mengenai konsep suatu bangunan secara keseluruhan dengan mudah.
“Sayangnya, terkadang beberapa program baru tersebut tidak sesuai dengan visi misi sekolah atau konsep awal sekolah. Khususnya di bidang Sarpras, pihaknya merasa sudah beberapa kali menyampaikan usulan sekolah untuk membuat masterplain atau maket sekolah, untuk memberikan visualisasi pengembangan sekolah di masa yang akan datang, sehingga semua program pembangunan fisik khususnya dapat mengacu pada master plan sekolah” imbuhnya
Mengutip masukan beberapa Alumni SMA Negeri 1 Kutowinangun, maka sebaiknya sekolah membuat maket dan masterplain, sehingga pembangunan dan pengembangan sekolah tidak keluar dari cirikhas dan jati diri sekolah.
Menurut Waka Sarpras Waluyo, S.Pd, “Usulan konsep sekolah atau maket memang sudah cukup lama disampaikan, namun baru tahun ini bisa direalisasikan. Dengan maket sekolah ini, paling tidak bisa menjadi gambaran pengembangan sekolah kedepan. Saat ini pembangunan sarpras sudah mulai mengacu pada masterplain sekolah, yaitu renovasi dan peninggian pagar depan sekolah yang menelan dana Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) yang bersumber dari bantuan UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, yang pembangunannya telah selesai kemarin di awal bulan Agustus 2024, selanjutnya dalam waktu dekat. Warna sekolah juga akan dikembalikanke warna awal yaitu biru, yang merupakan warna cirikhas sekolah” jelasnya
Bangunan yang akan pertama kali dilakukan renovasi adalah bangunan utama bagian depan, yang membujur ke barat dan timur, yang merupakan bangunan pertama sejak sekolah ini berdiri, dan baru mengalami renovasi dibagian plavon dan lantainya. Selain perubahan warna cat menjadi warna dominan biru sebagai warna identitas sekolah, nantinya bangunan bagian depan sekolah juga akan diberi ornamen bernuansa adat budaya jawa, seiring dengan visi dan misi sekolah.
Menurut Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd “Sebagai pimpinan baru di SMA Negeri 1 Kutowinangun, saya berusaha banyak mendengar usulan dan masukan dari warga sekolah, khususnya Alumni, agar program-program saya tidak bertentangan dengan program sekolah Inklusi, Adi Wiyata, Sekolah Siaga Kependudukan, yang sudah berjalan cukup baik. Wajah sekolah saat ini memang sudah cukup tertinggal dan belum memiliki ciri khusus, apalagi dengan adanya penambahan tinggi jalan raya, nyaris membuat bangunan sekolah seakan tenggelam. Menuju sekolah berwawasan kebangsaan dan berbudaya, B2SA, berkarakter, dan berbasic seni budaya, terealisasinya maket sekolah, harapannya sekolah tidak kehilangan ciri khas dan jatidirinya, khususnya di bidang fisik/sarprasnya. Karena untuk mewujudkan program sekolah sesuai dengan perencanaan di maket butuh waktu cukup lama dan biaya yang tidak sedikit, maka dukungan dan peranserta Alumni sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya” jelasnya
Untuk pembuatan maket sekolah menelan dana sekitar 32 juta, yang bersumber dari dana BOS melalui SIPLah BOS tahun anggaran 2024 yang pengerjaannya dilaksanakan oleh Pihak Ketiga CV Samudera Gemilang-Kebumen (red-Sarpras)