Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 20/08/2024 19:26:36 WIB
SMANSaKuNews. Kisah dalam cerita rakyat Roro Jonggrang menolak cinta Bandung Bondowoso dengan segala tipu muslihatnya, berakhir dengan kutukan Bandung Bondowoso yang menjadikan Roro Jonggrang pelengkap patung yang berjumlah 999. Permintaan Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso sebagai syarat menerima lamaran/cinta Bandung dengan syarat membuatkan sumur Jalatunda dan 1000 Candi yang harus selesai dalam satu malam. Permintaan yang nyaris mustahil dipenuhi ini sebenarnya merupakan upaya Roro Jonggrang untuk menolak cinta Bandung Bondowoso, setelah mampu meaklukkan Kerajaan Prambanan yang dipimpin oleh Ayahanda Roro Jonggrang. Syarat yang diajukan Roro Jonggrangpun disanggupinya, dengan mengerahkan pasukan jin. Sumur Jalatunda yg dibuatnya ternyata digunakan untuk menjebak Bandung Bondowoso, yang akhirnya dapat selamat. Candi yang dibuatnya hampir selesai dijebak dengan suara ayam berkokok dan suara lesung sebagai tanda pagi, sehingga penyelesaian candi tidak selesai, hanya berjumlah 999. Merasa dijebak, kekesalan Bandung Bondowoso memuncak dengan mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung yang ke 1000. Tempat ini kemudian dikenal dengan Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang atau Candi Seribu.
Cerita rakyat ini menjadi salah satu inspirasi tema Karnaval Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-79 tahun ini SMA Negeri 1 Kutowinangun yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Kutowinangun. “Selain ilustrasi kisah Roro Jonggrang yang diperagakan langsung oleh siswi-siswi SMA Negeri 1 Kutowinangun, cerita rakyat ini juga sebagai salah satu kekayaan budaya Jawa Tengah, OSIS juga menampilkan patung garuda, aneka busana karnival, Paskibra, tari, cepetan dan kerawitan” jelas Pujiono, S.Pd selaku Waka Kesiswaan yang memandu langsung kegiatan karnaval Kecamatan Kutowinangun, Selasa, 20 Agustus 2024.
Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd, yang hadir langsung di acara ini menyampaikan “Sesuai tema Karnaval Kecamatan Kutowinangun, Nusantara Baru Indonesia Maju, maka SMA Negeri 1 Kutowinangun mengirimkan sekitar 100 siswa dan guru pendamping, dengan mengangkat aneka kreatifitas siswa dan ciri khusus sekolah. Sekolah menonjolkan branding sekolah yang berbudaya, sekolah inklusif dan sekolah yang berdefernsiasi dengan beragam kegiatan peningkatan potensi siswa” jelasnya
Karnaval Kecamatan Kutowinangun tahun ini cukup meriah, partisipasi masyarakat meningkat, dengan diikuti hampir 325 peserta, yang terdiri dari unsur Forkompimcam, sekolah, kelompok seni budaya dan umum, dengan menempuh rute sekitar 3 km, dan selesai sekitar Pkl. 16.00 WIB. Peserta akan dinilai dengan 4 unsur Penilaian yaitu : 1) Kesesuaian penampilan dengan Tema yaitu Nusantara Baru Indonesia Maju nilai maksimal 25, 2) Ketertiban dan Barisan dari Kelompok nilai maksimal, 3) Keindahan bentuk Hiasan dan Penampilan nilai maksimal 25, 4) Voting Penonton nilai maksimal 25. (red-Kesiswaan)