Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 06/02/2025 09:53:50 WIB
SMANSaKuNews. Dalam upaya meningkatkan dan melestarikan kultur lokal Jawa, SMA Negeri 1 Kutowinangun mengangkat Gerimis (Gerakan Berbahasa Jawa tiap hari Kamis). Tidak hanya itu, setiap hari Kamis, guru dan karyawan diwajibkan mengenakan seragam adat Nasional, sebagai upaya turut melestarikan budaya Nusantara, begitu juga untuk siswa.
“Saat ini banyak kita temui anak-anak muda, khususnya siswa kita yang tidak lagi bisa berbahasa Jawa dengan baik, apalagi bahasa jawa krama. Hal tersebut tidak bisa dipungkiri, kemampuan berbahasa Jawa butuh proses dan pembiasaan yang dilakukan mulai dari rumah dan lingkungannya. Kenyataannya orangtuapun sudah jarang yang membiasakan menggunakan bahasa Jawa krama di rumah, sehingga anak merasa kesulitan menerapkannya dalam kesehariannya. Karena takut salah, mereka akhirnya lebih mudah dengan tetap menggunakan bahasa Indonesia. Harus kita akui, kelemahan siswa berbahasa Jawa juga tak lepas dari peran orangtua dan guru yang menjadi panutan” uangkap Bpk Isman Sawabi, S.Pd
Hal tersebut disampaikan Pak Isman, dihadapan para guru dan karyawan SMA Negeri 1 Kutowinangun, saat menggelar apel pagi di halaman depan sekolah, yang tampak mereka mengenakan seragam Adat Nusantara.
Pak Isman yang juga Alumni SMA Negeri Kutowinangun ini, mengajak Bapak/Ibu Guru dan Karyawan untuk berusaha menjadi contoh dan mendukung program sekolah, dengan mengenakan pakaian adat sesuai ketentuan sekolah dan menggunakan bahasa Jawa, minimal di hari Kamis, agar dapat menjadi contoh para siswa. (red-SMANSaKu)