Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 19/01/2026 13:37:38 WIB
SMANSaKuNews. Tidak seperti biasanya, hari ini Senin, 19 Januari 2026, tidak ada kegiatan upacara dan pelajaran, karena selama sehari penuh dilaksanakan kegiatan kokurikuler bertema keagamaan. Ketika dihubungi, Pawit, S.Pd selaku penanggungjawab kegiatan ini, membenarkan bahwa pada hari ini Senin, 19 Januari 2026 kegiatan belajar mengajar tidak seperti biasanya, tetapi berupa kegiatan. kokurikuler yang bertemakan keagamaan.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan berbagai kegiatan penguatan pembiasaan keagamaan, seperti tadabbur alam, membaca Surat Yasin, Tahli dan Asmaul Husna secara serempak, dengan dipandu wali kelas masing-masing. Setelah itu kegiatan dipusatkan di GOR Aroengbinang.
Maghfur Afandi, S.Pd selaku koordinator kegiatan kokurikuler ini dalam sambutannya menjelaskan bahwa “kegiatan diikuti oleh semua siswa kelas X-XII, baik yang beragama Islam maupun non Islam. Kegiatan keagamaan untuk siswa non muslim dipusatkan di gedung Perpustakaan, diandu oleh Ibu Agnes. Kegiatan dimulai sejak pagi, sampai sore. Mulai kegiatan pembiasaan kegamaan, sarasehan tentang agama, dan puncak acara berupa peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dipusatkan di aula GOR Aroengbinang.” jelasnya
Acara kokurikuler yang bertema “INTAN” ini artinya Inspirasi Nabi dalam Taat dan Istiqamah Beribadah, dibuka oleh Pawit, S.Pd selaku Waka Kurikulum, mewakili Kepala Sekolah Budiono, S.Si, M.Pd yang kebetulan sedang ada tugas di uar kota. Dalam sambutannya, Pawit, S.Pd menyampaikan “Kegiatan kokurikuler ini tidak terpisahkan dengan kegiatan kokurikuler. Sedang kegiatan kokurikuler bagi kelas XII temanya akan disesuaikan dengan kebutuhan murid, menjelang kelulusannya, sebagai bekal nanti setelah lulus, seperti pelatihan kewirausahaan, bimbingan belajar dan orientasi dari berbagai Perguruan Tinggi” ungkapnya.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, siswa diajak untuk lebih memahami ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kegiatan ini juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia, karena pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus menanamkan nilai spiritual dan moral agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang seimbang.
Salah satu peserta kegiatan, Aghnia menyambutbaik kegiatan kokurikuler ini. "Kegiatan kokurikuler yang bertemakan keagamaan ini dapat membuat suasana sekolah menjadi lebih tenang dan nyaman" ungkapnya.
Ia berharap kegiatan kokurikuler keagamaan dapat terus dilaksanakan secara rutin karena memberikan banyak manfaat, baik untuk pembentukan karakter maupun peningkatan keimanan. (red-SMANSaKu/Surfannaja)