Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 23/08/2024 18:52:33 WIB
SMANSaKuNews. Pagi ini GOR Aroengbinang dipenuhi manusia layaknya sebuah konser. Siswa, Guru dan Wali Siswa Kelas X turut hadir dalam Pembukaan 3 Acara sekaligus, yakni Pembukaan P5 bagi siswa kelas XI dan XII, Lounching Program B2SA (Program kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan) dan Penyerahan Siswa Kelas X ke pihak sekolah dilanjutkan acara parenting.
Hadir dlm secara Kepala Cabdin IX Ibu Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd, M.Pd B.I, yang berkenan membuka langsung acara 3in1 ini di Gedung GOR Aroengbinang SMA Negeri 1 Kutowinangun didampingi Pengawas SMA Sabar Riyanto, S.Pd, M.T. yang juga diaulat untuk membuka Lounching Program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) dan Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd.
Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd. menyampaikan informasi terkait dengan program dan prestasi sekolah, serta memperkenalkan Warga Sekolah
Beliau Ibu Tri juga menyampaikan bahwa “Mulai tahun ini akan di mulainya sebuah ajakan menerapkan Metode Pembelajaran Empati Reaksi Sinergi Untuk Anak SMANSAKU Inteletual (PERSUASI) guna menumbuhkan umpan balik yang selaras antara guru dan siswa” jelasnya
Ketua Komite Arif Widodo, S.H. M.I.Kom, secara resmi menyerahkan siswa-siswi kelas X/Fase E kepada sekolah untuk dibimbing dan belajar di sekolah. “Mulai hari ini Komite mewakili para Wali siswa menyerahkan sepenuhnya putra-putri kami untuk belajar dan dibimbing oleh sekolah. Begitu pula Bpk/Ibu wali siswa mulai hari ini resmi kita menjadi bagian keluarga SMA Negeri 1 Kutowinangun, yang turut menjaga, peduli dan mendukung program-program sekolah” jelasnya
Dalam paparannya Ka Cabdin IX berpesan, “ Dengan adanya program P5 mengajarkan siswa untuk mengalami pengetahuan sebagai proses belajar dan penguatan karakter untuk belajar dari lingkungannya. Tema-tema dalam P-5 diantaranya adalah Gaya hidup berkelanjutan, Kearifan lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara demokrasi, Rekayasa dan Teknologi dan Kewirausahaan”
Beliau juga berpesan bahwa saat ini sekolah harus dapat menjamin tidak adanya kekerasan di sekolah baik yang bersifat verbal maupun non verbal. (red-SMANSaKu)