Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 27/08/2025 11:41:00 WIB
SMANSaKuNews. Dalam kegiatan kokurikuler Tahap kedua, SMA Negeri 1 Kutowinangun mengangkat Tema tentang Suara Demokrasi yang menjadi salah satu penilaian proses pelaksanaan Demokrasi pada pemilihan Pengurus OSIS dan Dewan MPK yang baru.
Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang mendukung kegiatan instrakurikuler, yang merupakan gabungan kegiatan lintas mata pelajaran. Melalui kegiatan kokurikuler ini diharapkan semua siswa dapat berperan aktif melalui praktik berdemokrasi di sekolah dalam pemilihan pengurus OSIS dan Dewan MPK yang baru” ungkap Ibu Tri Lestari Asmorowaty, S.Pd Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangaun ketika membuka acara kokurikuler Tahap kedua ini.
Kegiatan dipusatkan di GOR Aroengbinang SMA Negeri 1 Kutowinangun yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI dan XII serta Bapak/Ibu Guru dan Karyawan. Kegiatan Kokurikuler akan berlangsung selama 3 hari ke depan, sampai dengan terpilihnya Pengurus OSIS yang baru, yang pemungutan suaranya akan dilakukan pada hari Jum’at, 29 Agustus 2025.
Dalam kesempatan ini, Penyelenggara mengundang KPU Kabupaten Kebumen, lembaga independent Penyelenggara Pemilihan Umum, yang diwakili Komisioner Moh Sobir, untuk memberikan materi tentang “Demokrasi di Kalangan Generasi Muda”. Dalam paparannya, Moh Sobir yang didampingi 2 staf KPU Kebumen menjelaskan tentang pentingnya pemahaman demokrasi bagi para pelajar.
Moh Sobir juga menghimbau kepada pelajar yang telah berusia 17 tahun dan telah memenuhi syarat sebagai pemilih, dapat menggunakan hak pilih pada penyelenggaraan Pemilu, dengan berlatih pada proses penyelenggaraan pemilihan Pengurus OSIS yang baru di Sekolah
“Pelajar adalah generasi masa depan, penerus estafet kepemimpinan dalam pemerintahan. Pemilihan pemimpin adalah bagian dari proses demokrasi yang harus dipahami oleh para calon-calon pemimpin. Melalui pemilihan pengurus OSIS yang mendasari proses demokrasi harus sudah mengacu pada sistem dan azas yang diterapkan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum” ungkapnya.
"Proses-proses demokrasi di sekolah pada hakekatnya adalah miniatur pelaksanaan tahapan dalam Pemilu yang harus mulai dilaksanakanm sehingga para pelajar yang sebagian adalah pemilih pemula nantinya dapat menggunakan hak pilihnya dalam proses Pemilu yang sesungguhnya dalam menentukan wakil rakyat dan pemimpin bangsa ini" imbuh nya di hadapan ribuan pelajar SMA Negeri 1 Kutowinangun..
Para murid cukup antusias dan tertib menyimak paparan dari KPU Kebumen yang interaktif. Beberapa murid yang dapat menjawab pertanyaan tampak memperoleh doorprise dari KPU Kabupaen Kebumen. (red-SMANSaKu)