SMANSAKUTO

Uji Coba ke 2 : Sistem SPMB Masih Lemot

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 12/03/2025 18:01:32 WIB

#
BERITA 12/03/2025 18:01:32 WIB Dilihat 240 kali

Uji Coba ke 2 : Sistem SPMB Masih Lemot

SMANSaKuNews. Penerimaan Calon siswa baru sudah diambang pintu. Persiapan peluncuran sistem SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru) dalam penerimaan siswa baru tahun 2024/2025 mendatang terus dilakukan, dipandu operator dari Cabdin IX. Hal tersebut dilakukan guna memastikan bahwa proses penerimaan siswa baru secara online melalui SPMB tidak mengalami kendala.Cabdin juga harus dapat mengambil kebjakan secara teknis terkait dengan pengelolaan data-data Calon Siswa Baru wi wilayah kerja masing-masing. 

Pada uji coba pertama dan kedua, sistem SPMB baru yang digagas Kemendikdasmen masih mengalami berbagai kendala teknis, khususnya lambatnya aplikasi  ini bekerja (lemot), sehingga siswa kesulitan untuk melanjutkan ke menu berikutnya. Selain itu ketika data yang telah ditulis jika dilakukan refresh akan hilang, sehingga siswa harus mengulangi kembali mengisi data dari awal.

“Di Uji Coba kedua kali ini, kendala yang dialami hampir sama dengan uji coba yang dilakukan sebelumnya, lemot sehingga beberapa siswa harus merefresh lagi HPnya dan data yang telah dimasukkan hilang. Setelah 2 jam mengisi data, belum ada separuh peserta yang berhasil menyelesaian isian dokumen pendaftaran. Sementara yang lain masih terbaca masih loading menunggu beberapa waktu.” ungkap Pujiono, S.Pd selaku Waka Kesiswaan dan Koordinator uji coba SPMB ini ketika ditemui di Lab. Komputer.

Uji coba kali ini sengaja dipusatkan di Lab Komputer 1 dan 2 SMA Negeri 1 Kutowinangun, dipandu oleh operator, dengan harapan siswa tidak ada yg terkendala di jaringan internet. Namun berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan, dari 72 siswa sampel uji coba, baru sekitar 32 siswa atau sekitar 44,44% yang berhasil menyelesaikan tahap akhir pendaftaran yakni pemilihan sekolah.

Dengan data uji coba ini semoga menjadi bahan refleksi bagi Pemerintah dan Cabdin masing-masing untuk terus berbenah, sehingga program baru tidak terkesan dipaksakan dan dapat meresahkan masyarakat. (red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya