SMANSAKUTO

Tingkatkan Kemampuan Literasi Melalui Pelatihan Jurnalistik Sekolah

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 16/10/2026 20:41:15 WIB

#
BERITA 16/10/2026 20:41:15 WIB Dilihat 28 kali

Tingkatkan Kemampuan Literasi Melalui Pelatihan Jurnalistik Sekolah

SMANSaKuNews. Salah satu prestasi yang membanggakan SMA Negeri 1 Kutowinangun adalah capaian skor raport Pendidikan dibidang literasi yang mencapai 100%. Keberhasilan ini tentu merupakan akumulasi dari berbagai kegiatan yang mendukung kemampuan literasi sekolah. Atas prestasi tersebut sekolah mendapat kucuran dana tambahan berupa BOSKinerja (BOSKin) di tahun ini. Tentu tidak mudah untuk bisa mempertahankan prestasi tersebut. Oleh karena itu, dengan adanya dana bantuan tambahan tersebut, sekolah melakukan berbagai kegiatan untuk mempertahankan dan meningkatkan berbagai capaian standar mutu Pendidikan.

“Di bidang literasi, sekolah menyelenggarakan penguatan melalui pelatihan jurnalistik. Kegiatan ini dirasa sangat mendukung pengembangan literasi sekolah. Dengan peningkatan kompetensi jurnalistik diharapkan dapat makin meningkatknya pengelolaan web sekolah dan berbagai produk karya jurnalistik lainnya” ungkap Kepala Sekolah Budiono, S.Si, M.Pd Ketika menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara pelatihan jurnalistik, di ruang Multimedia (MM) SMA Negeri 1 Kutowinangun didampingi Waka Kurikulum, Pawit, S.Pd.

“Karena keterbatasan anggaran, peserta pelatihan hanya berasal dari anggota ekstra jurnalistik. Sehingga diharapkan setelah pelatihan para peserta dapat menularkan kemampuan menuliskan kepada teman yang belum berkesempatan mengikuti. Melalui tulisan, tidak hanya informasi yang tersampaikan tetapi juga dapat mempengaruhi seseorang” imbuhnya di depan para peserta.

Hadir sebagai narasumber adalah praktisi jurnalistik dari wartawan media Kebumen Express, Imam Widodo dan Ahmad Saefur Rohman.

Dalam kesematan tersebut, narasumber menyampaikan materi tentang “pengenalan Jurnalistik Sekolah”, Teknis Penulisan Berita dan Teknis penulisan ficer (Feature).

“Pada dasarnya semua tulisan tidak ada yang sempurna, dan tidak ada tulisan yang jelek. Semua tulisan pada dasarnya bagus, yang menyebabkan jelek karena sudut pandangnya berbeda. Sebagai seorang jurnalis, kita harus independent, obyektif, berdasarkan fakta dan jauhkan dari opini. Teruslah menulis, karena para penulis besarpun, karyanya bisa diakui setelah melalui proses yang cukup Panjang” tandas Imam di hadapan para peserta.

Jangan bosan menulis dan jangan pernah ragu atau takut tulisannya tidak bagus, dan tulisan juga tidakperlu terlalupanjang karena semua butuh proses dan konsisten dalam menekuni sebuah profesi. (red-SMANSaKu)

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya