SMANSAKUTO

Gareng Belajar Permainan Egrang

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 22/04/2026 19:18:19 WIB

#
BERITA 22/04/2026 19:18:19 WIB Dilihat 248 kali

Gareng Belajar Permainan Egrang

SMANSaKuNews. Egrang merupakan permainan tradisional anak-anak nusantara. Dahulu anak-anak di pedesaan sangat familier dengan permainan yang melatih keseimbangan badan. Alat permainan ini dibuat dengan bambu yang diberi tumpuan kaki, tingginya disesuaikan umur para pemainnya. Dulu alat ini cukup berkembang di kalangan anak, karena awalnya egrang dipakai di daerah yang rawan banjir, agar bisa menerobos ke dalam genangan air tanpa harus basah.

Kini permainan sudah cukup langka, semakin tergerus dengan permainan modern, khusnya permainan yang berbasis gadget, seperti berbagai suguhan game online.

Saffa Anggita Auliya murid kelas X/E-9 menampilkan kembali permainan egrang ini dalam tampilan dongeng dalam drama yang berjudul “Gareng lan Donya Karun” yang menggambarkan bagaimana punakawan bermain egrang dalam memeriahkan Pagelaran Seni Kelas XI di GOR Aroengbinang.

Semar dimainkan oleh Faizi dari kelas E-3, Bagong diperankan oleh Fatur dari kelas E-5, Gareng yang diperankan Mildan kelas E-2, dan Petruk diperankan Dafi dari kelas E-2.

Salah satu punakawan Gareng yang semula tidak mengenal permainan Egrang ini dipaksa Petruk untuk mencoba naik Egrang. Gareng ketakutan untuk mencoba, karena takut jatuh. Setelah dirayu dan sedikit dipaksa oleh saudara-saudanya, akhirnya Gareng bersedia mencoba naik egrang. Gareng beberapa kali terjatuh, tapi akhirnya gareng mampu naik dan berjalan di atas egrang. Meski awalnya tidak bisa, akhirnya Gareng bisa naik Egrang dan menikmati permainan ini.

Safa yang merupakan Juara 1 mendongeng beberapa waktu lalu ini, menceritakan kembali bagaimana anak zaman sekarang sudah tidak mengenal permainan ini apalagi memainkannya.

Menurut Saffa, "melalui dongeng tentang mengenalkan Egrang ke generasi muda, karena permainan ini sudah cukup langka, seolah seperti harga karun yang terpendam, yaitu asset kekayaan budaya nusantara".  (red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya