Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 01/10/2025 10:03:10 WIB
SMANSaKuNews. Tanggal 1 Oktober merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, sekaligus menorehkan catatan sejara kelam perjalanan bangsa Indonesia. Hari ini mengingatkan kita akan terjadinya tragedi Nasional, dengan gugurnya beberapa putra terbaik bangsa, para pejuang oleh Kelompok Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 30 September 1945 yang dikenal dengan G-30-S/PKI. Tujuh perwira TNI Angkatan Darat gugur mempertahankan Pancasila di tengah ancaman kudeta dan perpecahan. Dari peristiwa inilah lahir tekad bangsa untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar Negara.
Tampil sebagai pembina upacara, Kepala Sekolah Ibu Tri Lestari A, S.Pd. dalam sambutannya Kepala sekolah mengingatkan kepada peserta upacara. “Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, mengingatkan kita pada tragedi Nasional, aksi kejam PKI, dengan membunuh beberapa pahlawan revolusi melalui penyebaran fitnah issu Dewan Jendral.
Dari sejarah ini mengingatkan pada kita, bahwa kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia adalah hasil perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Namun, kemerdekaan itu bisa terganggu jika tidak dijaga, sebagaimana pernah terjadi pada peristiwa G30S/PKI. Maka, sebagai generasi penerus, kita wajib menjaga kemerdekaan ini dengan kedisiplinan dan tanggung jawab” ungkapnya
Kita tidak mengalami masa-masa perjuangan itu, tetapi hendaknya sebagai pelajar dapat mewarisi jiwa dan semangat para pejuang, dengan semangat untuk belajar dan membangun karakter diri, sehingga membentuk personal branding” jelasnya
Kepala sekolah juga menekankan kepada para pengurus organisasi sekolah yang baru, yang telah mengikuti kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah) beberapa waktu lalu, untuk dapat menjadi contoh bagi murid lainnya.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kedisiplinan di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan perubahan jam kedatangan siswa dan guru. Mulai Kamis, 2 Oktober 2025, seluruh warga sekolah dihimbau untuk hadir di sekolah pukul 06.50 WIB.
Upacara ini ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu "Gugur Bunga" ciptaan Iskandar dan "Garuda Pancasila" ciptaan Sudirman Arsyad Thalib, yang semakin menambah semangat nasionalisme seluruh peserta upacara. (red/SMANSaKu/Isnaeni)