SMANSAKUTO

Memaknai Kebangkitan Nasional sebagai Momentum Lahirnya Kesadaran Rakyat Indonesia

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 20/05/2026 21:15:19 WIB

#
BERITA 20/05/2026 21:15:19 WIB Dilihat 6682 kali

Memaknai Kebangkitan Nasional sebagai Momentum Lahirnya Kesadaran Rakyat Indonesia

SMANSaKu.Artikel. Peringatan Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei 2026 telah memasuki usia yang ke-118 tahun  Peringatan Harkitnas di SMA Negeri 1 Kutowinangun dilakukan dengan upacara, yang diikuti oleh guru, karyawan dan para murid kelas X dan XI. Tampil sebagai pembina upacara, Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Budiono, S.Si, M.Pd yang sekaligus berkesempatan membacakan sambutan resmi Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, serta penghargaan terhadap jasa para pahlawan bangsa.momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Hari ini mengingatkan kita pada lahirnya kesadaran nasional melalui berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908, yang menjadi tonggak awal bangkitnya semangat persatuan dan perjuangan melawan penjajahan’ ungkapnya di depan paa peserta upacara.

Di era kemerdekaan saat ini, makna kebangkitan nasional tidak lagi dimaknai sebagai perjuangan fisik melawan penjajah, melainkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan. Para pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu membawa bangsa menuju kemajuan di berbagai bidang, seperti pendidikan, teknologi, ekonomi, dan sosial budaya.

Pemuda masa kini dihadapkan pada berbagai tantangan global, seperti pesatnya perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, serta persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, semangat kebangkitan nasional harus diwujudkan dalam bentuk peningkatan kualitas diri, penguatan karakter, serta kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.

Selain itu, pemuda juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman. Nilai-nilai gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air harus terus ditanamkan agar tidak tergerus oleh pengaruh negatif globalisasi yang dapat memecah belah bangsa.

Dengan memaknai kebangkitan nasional secara kontekstual, diharapkan para pemuda tidak hanya menjadi penikmat hasil pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pembangunan bangsa. Semangat juang para pendahulu hendaknya menjadi inspirasi untuk terus berkarya, berkontribusi, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (red/SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya