SMANSAKUTO

Perwakilan Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 04/09/2025 17:04:27 WIB

#
BERITA 04/09/2025 17:04:27 WIB Dilihat 649 kali

Perwakilan Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

SMANSaKuNews. Selama 6 hari sejak, Sabtu, 30 Agustus 2025 s/d hari ini, Kamis, 4 September 2025, perwakilan guru dari berbagai sekolah mengikuti Pelatihan Pembelajaran mendalam yang diselenggarakan oleh BBGTK (Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan) Provinsi Jawa Tengah.  BBGTK merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertugas mengembangkan ,memberdayakan, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik/guru tenaga kependidikan, serta calon dan kepala sekolah di lingkungan Provinsi Jawa Tengah. 

Kegiatan yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Kebumen ini diikuti oleh 32 perwakilan guru dan orang Kepala SMA Negeri/Swasta se-Kabupaten Kebumen. Acara pelatihan dibuka oleh Kepala Disdikpora Kabupaten Kebumen yang baru, Dr. H. Agus Sunaryo, S.Pd, M.Pd pada Sabtu, 30 Agustus 2025 kemarin. Pelatihan kali ini merupakan Tahap yang ke-4. Selain jenjang SMA, di tempat yang berbeda, juga diselenggarakan kegiatan yang sama bagi guru SMP.

Perwakilan SMA Negeri 1 Kutowinangun adalah Kepala Sekolah, Ibu Tri Lestari A, S.Pd, Ibu Riski Hikmawati, S.Pd (Mapel Sejarah), Muhamad Muhsin (Mapel Prakarya) dan Suratno, S.Pd (Mapel Kimia). Didampingi 3 orang Fasilitator, Bapak Nano Hertanto, dan 2 Fasilitator dari Pasca Sarjana IAINU Kebumen, selama 6 hari, peserta diberi materi penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan implementasi di sekolah.

Selain menyusun perencanaan pembelajaran (RP), semua peserta juga melaksanakan praktik mengajar dengan implementasi pendekatan Deep Learning. Kegiatan pelatihan sampai hari ini baru selesai di tahap 1, dan akan dilanjutkan di tahap selanjutnya pada sesi OJT (On Job Training), dimana masing-masing peserta sampai mengimplementasikan di sekolah masing-masing. OJT akan diselenggarakan 2 kali, OJT-1 direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 29 September- 3 Oktober 2025, dan OJT-2 direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 20-24 Oktober 2025.

Semua peserta pelatihan, setelah selesai mengikuti pelatihan tahap-1 yang berakhir hari ini, selanjutnya memiliki kewajiban melakukan pengimbasan ke guru-guru di lingkungan sekolah, sehingga semua guru secara merata penerapkan pendekatan PM secara masif.

“Pendekatan PM (Pembelajaran Mendalam) hadir sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang selama ini telah diterapkan. PM bukan merupakan kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang berakar dari berbagai model pembelajaran sebelumnya seperti CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), PAIKEM, serta Contextual Teaching and Learning (CTL). Namun demikian, PM telah disesuaikan dengan tuntutan dan tantangan pembelajaran di era kini” ungkap Nano Hertanto, selaku Falititator pada program pelatihan ini. (Red-SMANSaKu)

 

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya