Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 09/05/2025 10:12:40 WIB
SMANSaKuNews. Arus globalisasi, nyaris membuat kita bisa melihat, mencontoh bahkan berinteraksi dalam berbagai hal dengan bangsa lain. Pengaruh budaya dan perkembangan teknologi nyaris tak bisa dibendung, yang jika tidak bersatu dapat menggerus karakter dan budaya bangsa kita. Hal tersebut diungkapkan Wahyu Dwi Sutanto, S.Pd, ketika memimpin kegiatan apel rutin guru dan Karyawan. Wahyu mengingatkan kepada warga sekolah “Kita harus senantiasa menjaga kekompakkan dan kegotongroyongan dalam melaksanakan kegiatan sekolah guna terwujudnya visi misi sekolah, Terwujudnya Insan Yang Unggul, Berkarakter, Berdaya Saing Global dan Berbudaya. Setidaknya ada 3 point penting yang terkandung dalam visi sekolah kita. Mewujudkan insan yang unggul, artinya sekolah dapat mencetak lulusan bermutu dan memiliki kompetensi, memiliki daya saing global, artinya keunggulannya harus dapat diakui oleh bangsa lain, berkarakter artinya memiliki watak, perilaku positif yang membedakan seseorang dari orang lain, yang mencerminkan jati dirinya dan berbudaya, artinya mampu beradaptasi dengan budaya lain, tetapi tidak meninggalkan cirikhas dan budaya bangsa kita. Boleh saja kita mengikuti modernisasi bangsa lain yang lebih maju, tetapi, jangan sampai meninggalkan jatidiri bangsa sendiri” ungkapnya
Kebersamaan dan kegotongroyongan dalam melaksanakan tugas dan berbagai kegiatan di sekolah adalah bagian dari budaya bangsa kita. Oleh karena dibutuhkan kekompakkan, agar setiap beban tugas dan kegiatan terasa lebih, ringan, sebagaimana pepatah “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing” (red-SMANSaKu)