Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 18/08/2025 19:45:46 WIB
SMANSaKuNews. Karnaval menjadi acara khas dalam rangkaian kegiatan memeriahkan HUT RI ke-80, SMA Negeri 1 Kutowinangun. Banyak warga berbondong-bondong datang ke pusat kota Kebumen, untuk menyaksikan rangkaian pameran pembangunan daerah Kebumen. Banyak hal yang unik, lucu, menarik dan inspiratif dari kegiatan karnaval yang disuguhkan berbagai instansi pemerintah dan non pemerintah, serta instansi sekolah di semua tingkatan.
“SMAN 1 Kutowinangun dari tahun ke tahun selalu rutin mengirimkan kontingen karnaval, sebagai bagian peran serta instansi pemerintah. Momen karnaval juga kita jadikan sebagai ajang melatih para murid untuk berkreasi dan berinovasi dalam berbagai karya kreatif, dengan harapan kegiatan ini bisa menjadi bagian media untuk menumbuhkan semangat juang, rela berkorban, nasionalisme dan wawasan kebangsaan. Ada sekitar 80 siswa yang kita libatkan dalam kegiatan karnaval kabupaten kali ini” ujar Wahyu Dwi Sutanto, S.Pd selaku Waka Kesiswaan sekalgus koordinator karnaval yang turut mengawal kegiatan ini.
Tema karnaval yang diusung Kabupaten Kebumen adalah “Kebumen Berdaya Masyarakat Sejahtera”. Kegiatan karnaval ini bertujuan untuk menampilkan kreativitas dan potensi unggulan dari berbagai elemen masyarakat Kebumen. Acara pemberangkatan karnaval dimulai pukul 13.00 WIB dengan mengitari jalan protokol di kota Kebumen, Semua beserta berada di Stadion Chandradimuka sebagai titik kumpul, kemudian melintasi Jalan Arungbinang, melintasi Jalan Kusuma (Tugu Walet), Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Merdeka (alun-alun), dan berakhir di Jalan Mayjend Soetoyo. Di alun-alun Kebumen, semua peserta karnaval diberi kesempatan waktu 1 menit untuk melakukan demo aksi teatrikal di hadapan Dewan Juri dan Bupati Kebumen.
Dari tema tersebut, SMA Negeri 1 Kutowinangun mengusung budaya dan potensi lokal dalam bentuk burung lawet raksasa, yang menjadi maskot Kota Kebumen, aneka hasil bumi yang dikemas dalam gunungan, gunungan yang berjumlah 20 buah yang merupakan logo branding sekolah, aneka costum carnival dan menampilkan teatrikal Legenda Jaka Sangkrip dan Nawang Wulan. Cerita ini dipandang relevan dengan tema dan menjadi bagian kekayaan budaya Kebumen, dimana Jaka Sangkrip merupakan awal kisah Bupati Kebumen dengan gelar KRT Aroengbinang, yang makamnya berada di Bulupitu kawasan Kecamatan Kutowinangun (red-SMANSaKu/Foto by Farah)