SMANSAKUTO

JARUM-JARUM

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 11/11/2024 22:16:48 WIB

#
BERITA 11/11/2024 22:16:48 WIB Dilihat 504 kali

JARUM-JARUM

SMANSaKuNews.Lagu Jarum-jarum cukup populer di kalangan penggemar musik Jawa. Lagu asli Kabupaten Purworejo pada awalnya banyak dimainkan dan populer di kalangan kesenian Dolalak yang juga menjadi maskot Kabupaten ini. Namun dewasa ini, seiring dengan respon dan minat masyarakat, lagu “Jarum-jarum” kemudian banyak juga dimainkan dalam berbagai jenis musik versi gamelan, sampai versi dangdut.

Bapak Khamid, M.Pd, mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kutowinangun yang hoby di dunia musik Jawa, khususnya Kerawitan, masih memberikan aktif berkontribusi pada sekolah dengan menjadi pembimbing Ekstrakurikuler Karawitan di SMA Negeri 1 Kutowinangun.

Beliau bersama anak-anak asuhannya memilih dan menggarap 2 buah lagu Jawa yang cukup populer, “Jarum-jarum” dan Gugur Gunung untuk memeriahkan acara “Grand Opening” peringatan HUT SMA N 1 Kutowinangun ke-40 di halaman sekolah.

Lagu Jarum-jarum sebenarnya bernilai edukatif, berisi himbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta. 

Sementara lagu Gugur Gunung mengandung ajakan kepada masyakarat untuk senantiasa membangun dan menjaga kelestarian lingkungkungannya dengan cara bergotong royong (gugur gunung)

Layaknya pertunjukkan, seluruh “Wiyaga” penabuh gamelan yang tergabung dalam Ekstrakurikuler Kerawitan juga mengenakan pakaian adat Jawa sehingga makin menambah kesan klasik.

Gamelan Jawa yang merupakan alat musik pentatonis khas Jawa, merupakan mahakarya leluhur yang tidak bisa dipandang sebelah mata, sebab duniapun mengakui keberadaan alat musik tradisional ini. Tidak sedikit mahasiswa dan penggiat musik mancanegara yang datang ke Indoneis untuk belajar gamelan.

Sekolah juga memandang perlunya daya dukung peralatan musik daerah seperti gamelan, yang merupakan alat musik yang telah menjadi maskotnya budaya Jawa. Sehingga pada tahun ini sekolah mengadakan alat musik gamelan, dengan harapan mampu mengembangkan minat siswa mempelajari musik tradisonal dan sekaligus turut melestarikan warisan budaya Jawa.

Bpk Khamid, juga selalu memberikan pesan dan motivasi pada generasi muda untuk merasa berbangga dengan warisan leluhur ini, dengan tetap menjaga melestarikan warisan ini dengan mempelajarinya. (red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya