Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 04/08/2025 13:22:56 WIB
SMANSaKuNews. Ibu Husnawati, M.Pd, dengan logat khasnya orang Makasar memberikan motivasi di hadapan para murid SMA Negeri 1 Kutowinangun dengan cerita inspiratif yang berjudul “Tali Gajah”. Motivasi disampaikan saat Bunda Husna menjadi pembina upacara. Dengan suara lantangnya, ciri khas orang Makasar beliau mengisahkan seorang pria yang melihat sekumpulan gajah yang hanya diikat menggunakan tali kecil di kakinya. Hewan besar dan perkasa ini biasanya diikat dengan rantai yang kuat agar tak lepas dari kandangnya. Terbesit dalam benak pikiran seorang pria ini, bagaimana gajah-gajah tersebut tidak melepaskan diri, karena tali yang mengikatnya kecil, dan tentu mudah bagi seekor gajah untuk memutuskan tali itu dengan kekuatan yang ia milikinya. Tetapi gajah-gajah tersebut tidak ada yang melepaskan diri.
Lantas pria tersebut bertanya kepada pawang sekaligus gajah yang menjaganya.
“Kenapa gajah-gajah tersebut hanya diikat dengan seutas tali yang kecil, dan kenapa gajah tak melepaskan dari jeratan tali kecil tersebut ?”
Pelatih “Yah, kami sengaja menggunakan tali kecil. Tali tersebut, kita pakai sejak gajah masih kecil. Sampai dewasa gajah dikondisikan sehingga percaya bahwa tali yang mengikatnya bisa menahannya. Sampai dewasa mereka akan tumbuh keyakinan bahwa tali yang mengikatnya cukup kuat untuk melepaskan diri” jelas pelatih
Mereka percaya tali itu masih bisa menahan mereka, jadi mereka tidak pernah mencoba melepaskan diri.
Pria itu terheran-heran. Hewan-hewan ini kapan saja dapat melepaskan diri dari ikatan mereka, tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka terjebak di tempat mereka berada. Seperti gajah, berapa banyak dari kita yang menjalani hidup dengan berpegang pada keyakinan bahwa kita tidak dapat melakukan sesuatu, hanya karena kita pernah gagal sebelumnya?
Dari sepenggal cerita itu, beliau mengajak para murid dan berpesan “Kegagalan sering menyebabkan trauma dan menghantui seseorang untuk melakukan usaha. Kegagalan terkadang membuat orang putus asa, padahal kegagalan adalah bagian dari pembelajaran, sehingga kita tidak boleh menyerah dalam perjuangan hidup. Orang yang takut kegagalan apalagi dibayang-bayangi rasa kegagalan sulit untuk maju. Orang yang berhasil selalu mendasarkan rasa optimis di setiap langkahnya. Kita jangan sampai seperti gajah yang tidak pernah punya keyakinan untuk bisa lepas dari jeratan tali yang mengekangkangnya” ungkapnya. Di akhir sambutan Bu Husna yang berapi-api itu sontak membuat peserta upacara memberikan hadiah tepuk tangan. (red-SMANSaKu)