Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 17/06/2025 19:19:46 WIB
SMANSaKuNews. Dalam ajang FLS3N (Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional) Tingkat Kabupaten Kebumen yang digelar pada hari Kamis, 12 Juni 2025 lalu, SMA Negeri 1 Kutowinanun mengirimkan berbagai Cabang untuk berpartisipasi di ajang kompetisi antar pelajar tersebut. Dari 16 Cabang yang ada, SMA Negeri 1 Kutowinangun berhasil membawa pulang 5 piala, untuk cabang Cabang Seni Tari, Cabang Cipta Lagu, Cabang Cabang Seni Kriya dan Cabang Komik Digital. Dari kelima kejuaraan ada 1 yang menjadi terbaik, dengan predikat Juara 1 yaitu pada Cabang Jurnalistik, atas nama Fath Air Taftazani kelas XI/FD 3
Dari kelima kejuaraan tersebut, satu meraih juara 1, yaitu Cabang Jurnalistik. Meskipun tidak semua juara 1, namun prestasi yang telah ditorehkan siswa patut mendapat apresiasi. Fath Air Taftazani kelas XI/FD 3, memenangkan lomba menulis ficer di Cabang Jurnalistik. Ficer (berasal kata Feature) adalah salah satu jenis tulisan jurnalistik berisi perpaduan berita dan opini, dengan gaya bercerita (story telling) mengandung unsur menyentuh (human interest) dan bahasa yang indah (sastrawi), Dalam tulisan ficernya, Fath Air mengangkat tokoh budayawan lokal, dari Kecamatan Kutowinangun, Eko Sajarwo. seorang pensiunan Guru Seni dan Budaya sekaligus pengurus PGRI Kabupaten Kebumen, Semasa aktifnya, Eko Sajarwo yang lahir di Petanahan, memang berasal dari keluarga yang kental dengan jiwa seni, lantaran Bapaknya adalah seorang penilik Kebudayaan di Kecamatan Petanahan, dan Ibunya seorang guru dan Kepala SD di Petanahan juga. Darah seni Bapaknya mengalir ke Bapak 2 anak ini, yang kemudian diperdalam dengan kuliah D1 di IKIP Negeri Yogyakarta (UNY) pada 1980 dan S1 di kampus yang sama pada 1985. Ditambah lagi kuliah di Akademi Seni Drama dan Film (ASDRAFI) Yogyakarta pada 1981-1982. Bakat seninya ini mengantarkannya ke profesi sebagai PNS guru seni di SMP PGRI I Kutowinangun. Saat belum lulus di ASDRAFI,
Di masa pensiunnya, Eko Sajarwo juga masih aktif mengisi di berbagai acara serta menjadi pelatih seni di sekolah-sekolah, khususnya seni teater. Berbagai goresan penanya dan berbagai prestasi yang pernah diraihnya, turut mengharumkan namanya di kancah seniman di Kebumen. Prestasi dan konsistensi sebagai seorang budayawan inilah yang akhirnya menarik Fath Air untuk mengangkatnya dalam tulisan ficer dalam lomba FLS3N tahun ini. Darah jurnalis Fath Air mengalir dari ayahnya, yang juga seorang jurnalis senior di harian Suara Merdeka, Arif Widodo.
Piala diserahkan langsung oleh Dewan Huri, M Saefur Rohman dari Kebumen Ekspress, didampingi 2 Dewan Juri lainnya. Muhammad Hafied (Radar Jogja) dan Sudarno Ahmad Ansori (Pikiran Rakyat Jateng).
Saat dihubungi Jurnalis SMANSaKuNws, salah satu Dewan Juri Kebumen Ekspress, M Saefur Rohman menjelaskan,”Tulisan ficer sebenarnya sama dengan berita, hanya cara penyajianya lebih mengarah ke sastra. Ficer yang baik, harus didukung oleh fakta-fakta yang lengkap dan rinci, agar pembaca dapat dengan mudah mengikuti tulisan penulis, tentang kondisi yang sebenarnya. Wakil dari Kutowinangun, kita anggap paling bisa menggambarkan tulisan tersebut” ungkapnya . (red-SMANSaKu)