SMANSAKUTO

Evaluasi Pelaksanaan TKA : Murid Soroti Masih Mengalami Kendala Teknis Jaringan

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 28/10/2026 10:25:20 WIB

#
BERITA 28/10/2026 10:25:20 WIB Dilihat 13 kali

Evaluasi Pelaksanaan TKA : Murid Soroti Masih Mengalami Kendala Teknis Jaringan

SMANSaKuNews. Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 1 Kutowinangun hariini memasuki hari ke-3. TKA diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kemampuan akademik siswa sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Berbagai persiapan dilakukan sekolah, mulai dari persiapan teknis perangkat komputer dan jaringan internet, dan persiapan peserta, mulai dari pemadatan materi dan tryout yang dimaksudkan untuk membantu kelancaran peserta mengikuti TKA. Namun demikian, meskipun sudah melalui berbagai persiapan yang cukup matang, berbagai kendala teknis dan pengaturan jadwal masih terjadi di pelaksanaan TKA tahun ini.

Selain mengikuti kegiatan pemadatan materi di sekolah, pengakuan dari beberapa murid, dalam mempersiapkan TKA, juga memanfaatkan tryout daring dari berbagai sumber karena tidak mengikuti les tambahan. Menjelang ujian, ia memperbanyak latihan soal dan mencari informasi terkait TKA. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat agar tetap fokus.

Beberapa peserta menyarankan agar pemadatan materi lebih difokuskan pada Matematika dan Bahasa Inggris. Menurutnya, gabungan teori dengan latihan soal, ditambah tugas individu dan kelompok yang menumpuk, terkadang membuat siswa kesulitan mengatur waktu belajar.

Dari pantauan jurnalis SMANSaKu, beberapa peserta mengungkapkan bahwa soal TKA Bahasa Indonesia yang diujikan banyak berbeda dengan soal saat pemadatan. Soal TKA yang muncul cenderung lebih menekankan kemampuan literasi, penalaran, dan hubungan antarkalimat. Sementara itu, materi kata serapan, kata kiasan, dan majas yang cukup banyak dipelajari saat pemadatan materi justru relatif jarang muncul dalam soal yang dihadapinya.

Selain persiapan akademik, saat pelaksanaan TKA masih muncul kendala teknis sehingga pada salah satu sesi TKA di hari ke-2 terjadi gangguan sistem yang membuat pengerjaan sempat terhambat, dan beberapa peserta gagal melakukan submit. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kepanikan, terlebih ketika waktu ujian hampir habis dan masih ada soal yang perlu diperiksa kembali.

Fajar Riyanto, S.Pd selaku operator TKA ini mengakui adanya kendala teknis di system pada pelaksanaan sebelumnya. “Akibat adanya kendala system, ada sekitar 10 peserta yang gagal melakukan submit, sehingga mereka harus melakukan TKA susulan” ungkapnya

Pengawasan TKA dilakukan secara silang penuh. Di SMA Negeri 1 Kutowinangun, mendapat alokasi pengawas dari SMA Negeri 1 Buluspesantren dan SMA Negeri 2 Kebumen. Salah satu pengawas TKA, Wagiran, S.Pd dari SMA Negeri Buluspesantren menilai TKA memiliki tujuan utama untuk mengukur kemampuan akademik siswa sebagai bekal menuju jenjang pendidikan selanjutnya “Pelaksanaan TKA penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan yang telah dikuasai siswa. Sekarang membaca itu agak susah, apalagi berkaitan dengan cerita. Biasanya kalau melihat bacaan, siswa hanya memperhatikan awalan, akhiran, lalu pertanyaannya. Itu masih kurang,” ujarnya. (red-SMANSaKu/Ananda)

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya