SMANSAKUTO

KRITERIA KELULUSAN MINIMAL

1. Nilai Ketuntasan Belajar Minimal (KKM)

SMA Negeri 1 Kutowinangun menentukan kriteria ketuntasan dengan mempertimbangkan kompleksitas kompetensi (kesulitan dan kerumitan), daya dukung (kemampuan sumber daya pendukung  penyelenggaraan pembelajaran), dan intake (tingkat kemampuan rata-rata peserta didik), yang ditetapkan melalui proses analisis, dan didesiminasikan kepada peserta didik. Berdasarkan hasil analisis oleh kelompok guru mata pelajaran terkait, ditetapkan ketuntasan belajar pada masing-masing mata pelajaran sebagai berikut .

Ketuntasan Belajar menurut Permendikbud No. 104 Tahun 2014 terdiri atas ketuntasan penguasaan substansi dan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar. Ketuntasan penguasaan  substansi yaitu  ketuntasan belajar  KD yang merupakan tingkat penguasaan peserta didik atas KD tertentu pada tingkat penguasaan minimal atau di atasnya, sedangkan ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar terdiri atas ketuntasan dalam setiap semester, setiap tahun ajaran, dan tingkat satuan pendidikan.

Nilai ketuntasan kompetensi sikap dituangkan dalam bentuk predikat, yakni predikat SangatBaik(SB), Baik(B), Cukup (C),dan  Kurang (K)sebagaimana tertera pada tabel berikut.

Nilai Ketuntasan Sikap

(Predikat)

Sangat Baik (SB)

Baik (B)

Cukup (C)

Kurang (K)


Ketuntasan Belajar untuk sikap (KD pada KI-1dan KI-2) ditetapkan dengan predikat Baik (B).

SMA Negeri 1 Kutowinangun menentukan Kriteria Ketuntasan belajar mengacu pada Permendikbud No. 23 Tahun 2016 dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.

Dari hasil analisis kompleksitas, daya dukung dan intake peserta didik, maka Kriteria Ketuntasan Belajar setiap mata pelajaran di SMA Negeri 1 Kutowinangun tahun pelajaran 2021/2022 pada kelas X  tertera pada tabel berikut ini

Tabel 12. Kriteria Ketuntasan Belajar Kelas X  SMA  Negeri 1 Kutowinangun

Tahun Pelajaran 2021/2022 Aspek Pengetahuan dan Ketrampilan

No

Mapel

X MIPA

X IPS

Penge-tahuan

Ketrampilan

Penge-tahuan

Ketrampilan

Kelompok A (Wajib)

 

 

 

 

1

Pendidikan Agama&BP

75

75

75

75

2

PPKn

75

75

75

75

3

Bahasa Indonesia

75

75

75

75

4

Matematika

75

75

75

75

5

Sejarah

75

75

75

75

6

Bahasa Inggris

75

75

75

75

Kelompok B (Wajib)

 

 

 

 

7

Seni Budaya

75

75

75

75

8

Penjas Orkes

75

75

75

75

9

Prakarya/Kewirausahaan

75

75

75

75

10

Bahasa Jawa

75

75

75

75

Kelompok C (Peminatan)

 

 

 

 

Peminatan MIPA

 

 

 

 

11

Matematika

75

75

 

 

12

Biologi

75

75

 

 

13

Fisika

75

75

 

 

14

Kimia

75

75

 

 

Mata Pelajaran Peminatan IPS

 

 

 

 

15

Geografi

 

 

75

75

16

Sejarah

 

 

75

75

17

Sosiologi

 

 

75

75

18

Ekonomi

 

 

75

75

Lintas Peminatan MIPA

 

 

 

 

19

Bahasa dan Sastra Inggris

75

75

 

 

20

Informatika

75

75

 

 

Lintas Peminatan IPS

 

 

 

 

21

Bahasa dan Sastra Inggris

 

 

75

75

22

Informatika

 

 

75

75

Dari data diatas, diperoleh rata-rata KKM kelas X dengan menghitung jumlah KKM per mapel dibagi jumlah Mapel pada tingkat kelas X diperoleh KKM Kls X sebesar 75.

 

Tabel 13. Kriteria Ketuntasan Belajar Kelas XI  SMA  Negeri 1 Kutowinangun

Tahun Pelajaran 2021/2022 Aspek Pengetahuan dan Ketrampilan

No

Mapel

XI MIPA

XI IPS

Penge-tahuan

Ketrampilan

Penge-tahuan

Ketrampilan

Kelompok A (Wajib)

 

 

 

 

1

Pendidikan Agama&BP

75

75

75

75

2

PKn

75

75

75

75

3

Bahasa Indonesia

75

75

75

75

4

Matematika

75

75

75

75

5

Sejarah

75

75

75

75

6

Bahasa Inggris

75

75

75

75

Kelompok B (Wajib)

 

 

 

 

7

Seni Budaya

75

75

75

75

8

Penjas Orkes

75

75

75

75

9

Prakarya/Kewirausahaan

75

75

75

75

10

Bahasa Jawa

75

75

75

75

Kelompok C (Peminatan)

 

 

 

 

Peminatan MIPA

 

 

 

 

11

Matematika

75

75

 

 

12

Biologi

75

75

 

 

13

Fisika

75

75

 

 

14

Kimia

75

75

 

 

Mata Pelajaran Peminatan IPS

 

 

 

 

15

Geografi

 

 

75

75

16

Sejarah

 

 

75

75

17

Sosiologi

 

 

75

75

18

Ekonomi

 

 

75

75

Lintas Peminatan MIPA

 

 

 

 

19

Geografi

75

75

 

 

Lintas Peminatan IPS

 

 

 

 

20

Bahasa Arab

 

 

75

75

Dari data diatas, diperoleh rata-rata KKM kelas XI dengan menghitung jumlah KKM per mapel dibagi jumlah Mapel pada tingkat kelas XI diperoleh KKM Kls XI sebesar 75.

 

Tabel 14. Kriteria Ketuntasan Belajar Kelas XII  SMA  Negeri 1 Kutowinangun

Tahun Pelajaran 2021/2022 Aspek Pengetahuan dan Ketrampilan

No

Mapel

XII MIPA

XII IPS

Penge-tahuan

Ketrampilan

Penge-tahuan

Ketrampilan

Kelompok A (Wajib)

 

 

 

 

1

Pendidikan Agama&BP

75

75

75

75

2

PKn

75

75

75

75

3

Bahasa Indonesia

75

75

75

75

4

Matematika

75

75

75

75

5

Sejarah

75

75

75

75

6

Bahasa Inggris

75

75

75

75

Kelompok B (Wajib)

 

 

 

 

7

Seni Budaya

75

75

75

75

8

Penjas Orkes

75

75

75

75

9

Prakarya/Kewirausahaan

75

75

75

75

10

Bahasa Jawa

75

75

75

75

Kelompok C (Peminatan)

 

 

 

 

Peminatan MIPA

 

 

 

 

11

Matematika

75

75

 

 

12

Biologi

75

75

 

 

13

Fisika

75

75

 

 

14

Kimia

75

75

 

 

Mata Pelajaran Peminatan IPS

 

 

 

 

15

Geografi

 

 

75

75

16

Sejarah

 

 

75

75

17

Sosiologi

 

 

75

75

18

Ekonomi

 

 

75

75

Lintas Peminatan MIPA

 

 

 

 

19

Bahasa&Sastra Inggris

75

75

 

 

Lintas Peminatan IPS

 

 

 

 

20

Bahasa Arab

 

 

75

75

Dari data diatas, diperoleh rata-rata KKM/KBM Tingkat III atau kelas XII dengan menghitung jumlah KKM per mapel dibagi jumlah Mapel pada tingkat kelas XII diperoleh KKM Kls XII atau KKM Tingkat III sebesar 75.

 

Rata rata KKM Kelas X, XI, XII, diperoleh nilai  70. Berdasarkan rapat dewan guru, dan juga dengan mempertimbangkan bentuk dan aturan LCK terbaru maka KKM SMA Negeri 1 Kutowinangun Tahun Pelajaran 2021/2022 adalah 75.

Nilai ketuntasan kompetensi pengetahuan dan keterampilan dituangkan dalam bentuk angka dan huruf, yakni 0 – 100.  

Nilai Ketuntasan

Pengetahuan dan Keterampilan

Rentang Angka

Predikat

Keterangan

91 ≤ N ≤ 100

A

Sangat Baik

83 ≤ N < 91

B

Baik

75 ≤  N < 83

C

Cukup

 N < 75

D

Kurang

 


2. Ketuntasan Nilai Sikap

a. Penilaian Sikap Spritual

Pelaksanaan penilaian sikap spiritual dilakukan setiap hari selama pembelajaran satu semester. Penilaian dilakukan oleh wali kelas, guru BK, dan guru mata pelajaran serta siswa. Penilaian sikap spiritual di dalam kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran.Sikap siswa di luar jam pelajaran diamati/dicatat wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas mencatat perilaku siswa yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku tersebut.

b. Penilaian Sikap Sosial

Pelaksanaan penilaian sikap sosial dilakukan setiap hari selama pembelajaran satu semester. Penilaian terutama dilakukan oleh wali kelas, guru BK, dan guru mata pelajaran, sedangkan penilaian diri dan penilaian antarsiswa dilakukan sebagai penunjang. Penilaian sikap sosial dilakukan secara terus-menerus selama satu semester. Penilaian sikap sosial di dalam kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran. Sikap siswa di luar jam pelajaran diamati/dicatat wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas mencatat perilaku siswa yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku tersebut.

Langkah-langkah untuk membuat rekapitulasi penilaian sikap selama satu semester:

  1. Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK mengelompokkan (menandai) catatan-catatan jurnal ke dalam sikap spiritual dan sikap sosial.
  2. Wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru BK membuat rumusan deskripsi singkat sikap spiritual dan sikap sosial sesuai dengan catatan-catatan jurnal untuk setiap siswa yang ditulis dengan kalimat positif. Deskripsi tersebut menyebutkan sikap/perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik dan yang perlu bimbingan.
  3. Wali kelas mengumpulkan deskripsi singkat (rekap) sikap dari guru mata pelajaran dan guru BK. Dengan memperhatikan deskripsi singkat sikap spiritual dan sosial dari guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas yang bersangkutan, wali kelas menyimpulkan (merumuskan deskripsi) capaian sikap spiritual dan sosial setiap siswa.
  4. Deskripsi yang ditulis pada sikap spiritual dan sikap sosial adalah perilaku yang menonjol, sedangkan sikap spiritual dan sikap sosial yang belum mencapai kriteria (indikator) dideskripsikan sebagai perilaku yang perlu pembimbingan.
  5. Dalam hal siswa tidak ada catatan apapun dalam jurnal, sikap siswa tersebut diasumsikan berperilaku sesuai indikator kompetensi.
  6. Rekap hasil observasi sikap spritual dan sikap sosial yang dilakukan oleh wali kelas sebagai deskripsi untuk mengisi buku rapor pada kolom hasil belajar sikap.

Berikut skema pengolahan nilai sikap :


3. Ketuntasan Nilai Pengetahuan

Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian selama satu semester untuk mengetahui pencapaian kompetensi pada setiap KD pada KI-3. Penilaian harian dapat dilakukan melalui tes tertulis dan/atau penugasan, maupun lisan, dan lain-lain sesuai dengan karakteristik masing-masing KD. Penilaian harian dapat dilakukan setelah pembelajaran satu KD atau lebih. Penilaian harian dapat dilakukan lebih dari satu kali untuk KD yang cakupan materinya luas dan komplek sehingga penilaian harian tidak perlu menunggu pembelajaran KD tersebut selesai


4. Ketuntasan Nilai Keterampilan

Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian kinerja (proses dan produk), proyek, portofolio, dan bentuk lain sesuai karakteristik KD mata pelajaran. Hasil penilaian pada setiap KD pada KI-4 adalah nilai optimal jika penilaian dilakukan dengan teknik yang sama dan objek KD yang sama. Penilaian KD yang sama yang dilakukan dengan proyek dan produk atau praktik dan produk, maka hasil akhir penilaian KD tersebut dirata-ratakan. Untuk memperoleh nilai akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran adalah rerata dari semua nilai KD pada KI-4 dalam satu semester. Selanjutnya, penulisan capaian keterampilan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan dilengkapi deskripsi singkat capaian kompetensi.

Sekolah menargetkan agar angka ketuntasan belajar tersebut semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu sekolah menyusun rencana pencapaian KKM  dari kisaran 70 % - 100 % dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Rambu-Rambu

  1. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran.
  2. KKM ditetapkan oleh forum MGMP Sekolah.
  3. Nilai KKM dinyatakan dalam rentang 0 -  100.
  4. Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100.
  5. Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah nilai ketuntasan belajar maksimal.
  6. Nilai KKM harus dicantumkan dalam Laporan Capaian Kompetensi Peserta Didik.

b. Kriteria Penetapan KKM

  1. Kompleksitas (kesulitan dan kerumitan)
  2. Daya dukung
  3. Intake

c. Pencapaian KKM

  1. Melakukan analisis ketercapaian KKM  yang telah ditetapkan, dimaksudkan untuk melakukan analisis rata-rata hasil pencapaian peserta didik kelas X, XI, XII terhadap KKM yang telah ditetapkan pada setiap mata pelajaran.
  2. Hasil analisis juga dijadikan sebagai bahan pertimbangan penetapan KKM pada  tahun pelajaran berikutnya.
  3. Perbaikan proses pembelajaran.
  4. Lebih bangga jika siswa yang mencapai KKM lebih dari 70 %.

d. KKM setiap sekolah berbeda-beda.

e. Ada rekapitulasi KKM yang telah dibuat oleh guru.