SMANSAKUTO

Kembangkan Budaya Lokal, Sekolah Adakan Lomba Dongeng Bahasa Ngapak

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 16/10/2026 21:07:22 WIB

#
BERITA 16/10/2026 21:07:22 WIB Dilihat 38 kali

Kembangkan Budaya Lokal, Sekolah Adakan Lomba Dongeng Bahasa Ngapak

SMANSaKuNews. Selain dikenal dengan Bahasa “ngapaknya” Kebumen juga dikenal memiliki banyak ragam budaya dan tradisi peninggalan para leluhur. Berbagai cerita atau dongeng secaraturun temurun masih mengakar di wilayah dengan jumlah desa sebanyak 460 desa dengan sebagian besar berprofesi sebagai petani.   profesi. Hamper setiap wilayah/desa memiliki cerita atau dongeng tersendiri mengenai asal-usul desanya, legenda atau cerita rakyat lainnya yang masih dikenal oleh masyarakat. Karena hanya diwariskan secara lisan dan turun temurun, beberapa dongeng atau cerita tampak memiliki beberapa versi, karena telah mengalami pergeseran dari pakem cerita aslinya.

Dalam upaya melestarikan budaya local, dalam kegiatan kokurikuler, sekolah menyelenggarakan lomba dongeng Berbahasa Ngapak khas Kebumen, yang terkenal dengan ngapaknya. Lomba diikuti oleh perwakilan kelas X dan kelas XI. Beberapa perwakilan kelas menyampaikan berbagai dongeng seperti asal-usul Curug SIlancur, Asal Usul Kecamatan Ambal, Asal Usul Goa Jatijajar, Asal-usul Goa Karangbolong, Cerita Joko Sangkrip. Malin Kundang, Prabu Kamandaka, dan lain-lain.

Bertindak sebagai Dewan Juri, Bapak Waluyo, S.S. selaku guru Bahasa Jawa dan Bapak Suratno, S.Pd selaku pemerhati budaya.

“Setiap peserta diberi waktu sekitar 10 menit untuk mendongeng dengan Bahasa khas Kebumen. Ada 4 kriteria penilaian bagi setiap peserta, mulai dari kesesuaian alur cerita, intonasi dan artikulasi penyampaikan, kreatifitas dan penguasaan panggung. Dari semua peserta akan diambil 3 terbaik untuk dipentaskan di acara puncak kokurikuler, pada Jum’at mendatang” ungkap Suratno.

Dewan Juri meyayangkan karena ada 3 kelas yang didiskualifikasi karena tidak mengirimkan perwakilannya. Antusias peserta terlihat dari usaha untuk membuat kreatifitas property pendukung dan kostum yang ddipakai, sehingga membuat dongeng lebih hidup dan menarik minat penonton. (red-SMANSaKu)

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya