Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 18/08/2025 20:50:47 WIB
SMANSaKuNews. Kabupaten Kebeumen kembali menggelar kegiatan Karnaval atau Pawai Budaya memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia. Acara ini yang sangat dinanti warga Kebumen setiap tahunnya. Karnaval Kabupaten Kebumen digelar pada Selasa, 18 Agustus 2025 dan berlangsung pada pukul 13.00 WIB. Mulai dari GOR Candradimuka sebagai titik kumpul, semua peserta karnaval menempuh rute sekitar 2,4 km mulai jalur mulai Jalan Arungbinang, melintasi Jalan Kusuma (Tugu Walet), Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Merdeka (alun-alun/Pendopo Kabumian), dan berakhir di Jalan Mayjend Soetoyo.
Ribuan warga Kebumen dari berbagai daerah tumpah ruah memadati jalan disepanjang rute karnaval, untuk menyaksikan kemeriahan dan berbagai karya hasil pembangunan dan kreatifitas yang ditampilkan peserta karnaval yang cukup menarik.
Para peserta karnaval adalah semua instansi pemerintah dan non pemerintah, serta sekolah dengan menampilkan berbagai atraksi menarik seperti parade kostum kedaerahan, costum carnival, berbagai budaya daerah, mobil hias, serta drumband. Beberapa kostum yang ditampilkan cukup unik sehingga sempat menyita perhatian penonton. Bahkan, beberapa penonton sempat mengajak foto bersama peserta karnaval, karena dianggap memiliki keunikan dan lucu.
Selama kegiatan karnaval, beberapa ruas jalan ditutup, untuk memberi kesempatan warga yang akan menyaksikan kegiatan karnaval ini. Keramaian ini membawa rezeki tersendiri bagi tukang parkir dan pedagang kecil.
Romiyati, salah satu warga Kebumen yang ikut menyaksikan kegiatan ini bersama keluarganya menuturkan "Acara karnaval cukup meriah, para peserta banyak yang kreatif. Melalui kegiatan karnaval ini, masyarakat Kebumen jadi lebih mengenal berbagai ragam budaya dan pembangunan di daerahnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat kebersamaan dan mempersatukan seluruh warga Kebumen." Ungkapnya
Sayangnya, terjadi antrian yang cukup panjang antar peserta karnaval, sehingga penonton terlalu lama menunggu rombongan berikutnya, dan berdampak iring-iringan datang sudah terlalu sore. (red-SMANSaKu/Raihana)