Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 24/04/2026 19:11:20 WIB
SMANSaKuNews. Puluhan murid SMA Negeri 1 Kutowinangun mewakili Panitia Baswara, hari ini bertandang ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tamanwinangun Kebumen. Mereka datang dengan membawa semangat dan harapan bagi puluhan pelajar yang menyandang disabilitas. Mereka adalah anak bangsa, harapan bagi orang tuanya. Ditengah segalaketerbatasannya mereka juga punya harapan, punya mimpi seperti anak-anak pada umumnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak ini, rekan-rekan OSIS SMA Negeri 1 Kutowinangun sengaja memberikan motivasi agar mereka lebih memiliki harapan yang lebih besar, bisa mandiri dan diterima di masyarakat seperti anak-anak lain pada umumnya.
Mereka diajak berlatih membuat burger, melakukan berbagai permainan yang menghibur sekaligus melatih motoriknya, permainan ular tangga dan makan bersama. Para murid yang terdiri dari siswa SD, SMP dan SMA tampak terhibur dan saling akrab, meski beberapa dari mereka memiliki keterbatasan yang berbeda-beda. Guru-guru mereka tampak setia mendampingi penuh kasih saying, layaknya anak sendiri. Mereka memang para guru yang hebat, yang diberi kesabaran tingkat tinggi dibanding mereka guru di sekolah normal pada umumnya.
Jurnalis SMANSaKu yang meliput langsung kegiatan ini, sempat berdialog dengan Hafid, Ketua OSIS SMA LB sekolah ini. Namun karena Hafid menderita gangguan tuna rungu, maka komunikasi harus dilakukan dengan bahasa isyarat dan menggunakan bantuan tulisan melalui layar HP.
“Saya dan kawan-kawan merasa senang dengan kedatangan teman-teman dari SMA Negeri 1 Kutowinangun, merasa tambah teman dan pengetahuan baru” ungkapnya dalam tulisan yang dibantu guru pendampingnya Ibu Endah yang selalu setia mendampingi anak-anak ini.
Ada beberapa kejadian menarik selama acara give a miracle ini. Ketika anak-anak disuruh meniup botol kosong secara bergantian, tampak ada siswa yang menolak melakukannya dan bahkan ada menangis. Tampak guru dengan sigapnya, memeluknya agar kondisinya tenang kembali. Ada yang terlalu antusias mengikuti permainan ini, sampai mengabaikan intruksi dari teman-teman OSIS dan tidak mau bergantian dengan teman yang lain.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi teman-teman kita pelajar di SLB, meningkatkan rasa empati kepada sesama pelajar, serta meningkatkan rasa syukur bagi para pelajar yang dapat bersekolah di sekolah normal.
Semoga kelak mereka dapat tumbuh dewasa dan berkembang untuk dapat mandiri, tidak tergantung pada orang lain serta tetap dapat berprestasi. (red-SMANSaKu)