Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 22/11/2025 13:37:45 WIB
SMANSaKuNews. Puncak Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam angkatan ke-4 Kabupaten Kebumen, digelar acara Talk Show dan pameran produk pelatihan Pembelajaran Mendalam. Talk Show yang digelar di aula Disdik Jum’at, 21 November 2025 kemarin selain dihadiri Kepala Disdik Kabupaten Kebumen, H. Agus Sunaryo, S.Pd, M.Pd juga dihadiri perwakilan dari BPGTK Provinsi Jawa Tengah, Bapak Vino.
Dalam sambutannya Kepala Disdik menyampaikan “sesuai dengan arah kebijakan Kementrian Pendidikan, bahwa pembelajaran mendalam bukanKurikulum baru, hanya model pendekatan pembelajaran, apapun kurikulumnya. Perubahan kurikulum ternyata dianggap belum mampu mengubah mindsheet dan kualitas pendidikan, karena yang terpenting adalah perubahan pada gurunya, berubah untuk lebih maju, berinovasi dan kreatif. Jadi yang terpenting dari pelatihan pembelajaran mendalam ini adalah outcome bapak/Ibu sekalian di sekolah masing-masing setelah diemplementasikan” jelasnya
Kegiatan talkshow yang dihadiri kelompok 4A (untuk jenjang SD), Kelompok 4B (untuk jenjang SMP) dan Kelompok 4C (untuk jenjang SMA) juga menampilkan karya terbaik dari peserta. Perwakilan peserta dari SMA Negeri 1 Kutowinangun, Bapak Muhsin, S.T, selaku guru prakarya tampil dengan mengusung tema pembelajaran Pemanfaatan Sampah organik MBG untuk budidaya maggot. Maggot adalah larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly atau BSF) yang berbentuk seperti belatung dan memiliki banyak manfaat. Selain dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik, maggot juga banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang bergizi tinggi, dan menghasilkan pupuk organik, yang cukup baik untuk perkembangan tanaman.
Gagasan pengelolaan limbah organik diawali adanya dampak banyaknya sisa makanan dan sampah organik. “Hasil survey bersama Waka Sarpras, Joni Purnomo, S.Pd, bahwa tiap hari, di tiap kelas rata-rata ada 2 kg sampah organik yg sudah dipisahkan dalam wadah. Di SMA N 1 Kutowinangun ada 30 kelas/rombel, maka dalam 1 hari terdapat sekitar 60 kg sampah organik. Maka dalam 1 minggu sampah akan menumpuk. Selain digunakan sebagai embuatan pupuk organik, sampah ini sebagian digunakan sebagai media budidaya maggot yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan.” Jelas Muhsin dalam paparannya
Dengan pemanfaatan limbah MBG yang cukup banyak ini, maka dapat meningkatkan nilai ekonomis, dan mendukung program sekolah lainnya, seperti pupuk organik dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman dan budidaya sayuran yang mendukung program Ketapang (Ketahanan Pangan). Maggot digunakan untuk pakan ikan, karena di sekolah juga terdapat beberapa kolam untuk budidaya ikan. Dan dengan pengelolaan sampah organik ini, dapat mengurangi volume sampah yang mendukung program sekolah sehat. (red-SMANSaKu)