Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 07/05/2025 19:16:40 WIB
SMANSaKuNews. Dalam rangka mencari Calon-Calon Prajurit TNI AD, Koramil 09 Kecamatan Kutowinangun menyampaikan sosialisasi tentang rekruitmen Calon Tamtama dan Bintara TNI AD tahun 2025. Di hadapan siswa SMA Negeri 1 Kutowinangun, yang umumnya merupakan anggota Kupassus.
Tim Sosialisasi dari Koramil 09 Kecamatan Kutowinangun, Serka Hendy Aristiawan memaparkan tentang tata cara dan syarat pendaftaran menjadi calon TNI AD dihadapan para siswa. “Persyaratan umum masuk menjadi Calon Tamtama/Bintara seperti kewarganegaraan Indonesia, usia minimal 17 tahun dan maksimal 22 tahun, memiliki ijazah SMA/MA/SMK sederajat, sehat jasmani dan rohani, serta tidak memiliki catatan kriminal. Selain itu, juga ada persyaratan khusus seperti tinggi badan minimal 160 cm (untuk TNI AD), tidak berkacamata, dan belum pernah menikah. Pendaftaran dapat dilakukan secara online” jelasnya
Perbedaan antara Bintara dan Tamtama dalam TNI (Tentara Nasional Indonesia) terletak pada pendidikan yang ditempuh, pangkat awal, dan tugas. Bintara merupakan pangkat yang lebih tinggi, dengan pendidikan yang lebih lama dan fokus pada manajemen, sementara Tamtama adalah pangkat dasar dengan pendidikan lebih singkat dan fokus pada pelaksanaan tugas operasional.
Sayangnya, setelah sosialisasi disampaikan khususnya bagi siswa kelas XII, pemninat untuk menjadi Prajurit TNI AD sepi peminat. Berdasarkan keterangan Feris Kurniyawan, S.Pd yang memfasilitasi kegiatan sosiliasisasi dan selaku Pembina Kupassus, memberikan keterangan “Peminat siswa yang ingin masuk sekolah Tamtama/Bintara TNI AD ternyata sangat sedikit, hanya ada 1 siswa yang berminat. Pihak sekolah tentu tidak dapat melakukan penekanan kepada siswa, sebab menyangkut bakat dan minat siswa” jelasnya
Sepinya peminat diperkirakan, karena umumnya lulusan siswa SMA Negeri 1 Kutowinangun ingin melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi. Padahal pembinaan kesamaptaan melalui ekstrakurikuler Kupassus cukup diminati siswa. (red-SMANSaKu)