Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 28/10/2024 09:41:56 WIB
SMANSaKuNews. Hal tersebut dikemukakan Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari A, S.Pd, saat menjadi Pembina Upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di lapangan upacara SMA Negeri 1 Kutowinangun, Senin 28 Oktober 2024
“Pemuda perlu melakukan instropeksi diri, apa yang sudah dilakukan untuk bangsa ini. Semua harus dimulai dari diri sendiri, dengan instropeksi kita tahun kelemahan dan kekurangan kita, dan ada upaya untuk memperbaiki diri, sehingga akan tumbuh rasa patriotisme dan semangat juang, mewarisi perjuangan para pemuda pendahulu kita. Itulah salah satu karakter yang harus ditanamkan kepada semua pelajar SMA Negeri 1 Kutowinangun, sebagai bagian pemuda penerus cita-cita bangsa ini, sesuai dengan visi misi sekolah “Terwujudnya Insan Unggul, Berdaya Saing Global dan Berbudaya” jelasnya
Dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah juga membacakan sambutan Menteri Pendidikan Republik Indonesia yang baru, dimana di masa transisi pemerintahan, saat ini pemerintah tengah melakukan pembenahan di bidang pendidikan yang menjadi bagian mencetak generasi muda dan pelajar yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan harus mempunyai daya saing.
Peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2024 mengingatkan kita pada peristiwa sejarah, dimana para pemuda Indonesia dari berbagai penjuru tanah air, merasa satu visi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Gaung kobaran semangat para pemuda, patut menjadi tauladan bagi para pelajar dan generasi muda, bagaimana mereka memiliki tekad dan tujuan yang sama, yang kemudian dituangkan dalam “Sumpah Pemuda” yang merupakan putusan Kongres Pemuda Kedua di Jakarta pada 27-28 Oktober 1928. Ikrar ini adalah pernyataan kebangsaan pemuda pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama, menyatukan keyakinan mereka bahwa tumpah darah, bangsa, dan bahasa persatuan: ialah Indonesia. Keyakinan itu lalu disebarluaskan untuk dijadikan asas bagi semua perkumpulan kebangsaan Indonesia setelah peristiwa Kongres Pemuda Kedua.
Kami Poetera Dan Poeteri Indonesia Mengakoe Bertoempah-Darah Jang Satoe, Tanah Air Indonesia
Kedoea: Kami Poetera Dan Poeteri Indonesia Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Ketiga: Kami Poetera Dan Poeteri Indonesia Mendjoendjoeng Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia
Kepala Sekolah juga mengapresiasi petugas Upacara dari Kupasus. Meskipun terjadi insiden kecil, putusnya tali pengibar bendera, namun tidak mengurangi hikmatnya upacara. Beliau berpesan agar dapat mengambil hikmah di setiap kejadian, sehingga tidak terjadi kembali kesalahan yang sama. (red-SMANSaKu)