Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 19/12/2025 11:52:06 WIB
SMANSaKuNes. Hal tersebut dilontarkan Budiono, S.Si, M.Pd di hadapat para orangtua/walim murid di GOR Aroembinang. “Rapor hanya menggambarkan sebagian kemampuan anak, masih banyak kemampuan lain yang belum bisa dituangkan di rapor dalam bentuk angka. Bapak/Ibu orang tua tidak usah berkecil hati jika nilai di rapor dianggap belum memuaskan. Karena kemampuan anak hanya diukur berdasarkan 12-14 nilai mata pelajaran” ungkapnya
Seperti biasa, mengakhiri kegiatan di semester-1, hari ini semua wali murid diundang ke sekolah. Acara pertemuan untuk menerima Sosialisasi dan Laporan Program Sekolah. Turut hadir juga Ketua Komite, Arif Widodo, S.H., M.I.Kom bersama dengan jajaran pengurusnya.
Menyinggung tentang program kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan, Kepala Sekolah menambahkan “Karena keterbatasan dana dari pemerintah, maka guna kelancaran program sekolah, pada prinsipnya sekolah dapat menerima sumbangan dari orang tua/ali murid, sepanjang sifatnya sukarela, tidak memaksa dan tidak menetukan jumlahnya.” tandasnya
Dalam sambutannya Ketua Komite menyampaikan tentang peran orang tua/wali murid dalam mengawal dan mendukung program-program sekolah. Ketua Komite sempat menyampaikan kekecewaanya, karena beberapa waktu lalu, ada oknum wali murid yang memviralkan sambutannya ke medsos, yang menyebabkan adanyakesalah pahaman dan penilaian kurang baik bagi Komite dan Sekolah. Padahal semua dukungan itu, dimaksudkan untuk mendukung program ke sekolah, yang muaranya adalah meningkatkan mutu layanan sekolah yang dirasakan oleh anak-anak mereka.
Waka Kurikulum, Pawit, S.Pd juga memaparkan capaian dan program pembelajaran sekolah. “Ada beberapa perbedaan rapor dengan tahun sebelumnya, karena adanya kebijakan pemerintah. Di Kelas X ada 17 mata pelajarn, tetapi di rapor hanya tertuang 12 mata pelajaran, sebab 6 mapel dintaranya nilainya digabung menjadi satu, yaitu pada rumpun mapel IPA (terdiri dari Kimia, Fisika dan Biologi) dan rumpun mapel IPS (yang terdiri dari pelajaran Ekonomi, Geografi dan Sosiologi). Selain itu nilai P-5 sudah tidak ada, berganti menjadi kegiatan Kokurikuler, dimana sesuai ketentuan, 30% pembelajaran dilaksanakan melalui kegiatan kokurikuler ini” ungkapnya
Begitu juga di Bidang Kesiswaan, yang dimotori Wahyu Dwi Sutanto, S.Pd juga memaparkan capaian prestasi dan kegiatan para murid di semester-1 serta agenda kegiatan kesiswaan di semester-2 mendatang.
Setelah acara Sosialisasi dan Laporan Program Sekolah di GOR, semua orang tua/wali murid, menuju kelas masing-masing untuk bertemu dengan wali kelas, dan menerima Laporan Hasil Belajar/rapor putra/putri masing-masing dan jatah MBG-nya. (red-SMANSaKu)