SMANSAKUTO

Mancing Bersama Tenaga Paruh Waktu

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 23/12/2025 00:26:59 WIB

#
BERITA 23/12/2025 00:26:59 WIB Dilihat 137 kali

Mancing Bersama Tenaga Paruh Waktu

SMANSaKuNews. Keberadaan kolam di SMA Negeri 1 Kutowinangun bukan hanya sebagai tempat budidaya ikan, tetapi juga berfungsi sebagai waduk sejaligus dapat sebagai reservoir air. Kolam ini dapat menampung luapan air hujan di lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai tandon air ketika kemarau sekaligus tempat yang cocok untuk budidaya ikan.

Dengan memanfaatkan kolam ini, sekolah sering menyelenggarakan ajang lomba mancing, baik untuk murid atau dewan guru dan karyawan, di sela-sela kesibukanya melaksanakan tugas sehari-hari. Kali inikegiatan mancing yang diprakarsai oleh tenaga guru/karyawan yang baru saja mendapat tugas baru sebagai tenaga PPPK paruh waktu, yang SK nya bditerima beberapa waktu lalu. Ungkapan rasa syukur mereka diwujudkan dalam kegiatan mancing bersama secara swadaya.

Sekitar 50 kg ikan lele ditaburkan di kolam ini. Kepala Sekolah, Bapak Budiono, S.Si, M.Pd juga ikut dalam lomba, turut mendukung memeriahkan mancing bersama. Melalui kegiatan mancing bersama, suasana keakraban sesama warga sekolah makin terjalin, bisa saling bersenda gurau, terasa semua merasa sesama keluarga. Di depan kolam, mereka seolah melepas semua jabatan dan beban pekerjaannya sejenak.

Tidak ada jabatan, semua maersa sama, sama-sama pemancing, dan siapa yang mendapat tangkapan terbanyak itulah yang berhak menyandang sebagai Juara. Selain Piala, pemenang juga mendapat uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh koordinator kegiatan Tegu, pada Jum'at, 19 Desember 2025 lalu, sesuasai acara pembagian rapor. 

Di 1 jam pertama, semua pemancing mendapat tempat tersendiri yang diperoleh dengan cara undian. Semua peserta wajib menggunakan pakan yang sama. Setelah 1 jam berlalu, Mumfangat memperoleh tangkapan ikan lele terbanyak, yakni sebanyak 5 ekor dan dinyatakan sebagai pemenangnya. Rata-rata ikan lele yang ditaburkan memiliki bobot 7 ons sampai 2 kg.

Acara cukup meriah dan sesekali saling tertawa bersama, ketika sesama pemancing saling beradu ketangkasan untuk memancing. Beberapa pemancing tampak panik dan putus asa, karena sampai waktu yang ditentukan, belum ada 1 ikanpun yang mendekati mata kailnya.

Memancing tidak hanya melatih kesabaran, tetapi juga aduk teknik, mulai dari pemilihan pakan, mengatur tali dan umbul, memegang joran, dan ketepatan memprediksi keberadaan ikan di air.

Setiap peserta dinai biaya pendaftaran Rp. 30.000 untuk keperluan penambahan bibit ikan dan operasional. Di sesi kedua adalah memancing bebas. Bebas menggunakan pakan, bebas tempat memancing dan waktunya.  (red-SMANSaKu)

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya