SMANSAKUTO

Tradisi Menthak-Menthik dalam Gebyar Rolasan di Pantai Mliwis Ambal

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 26/08/2026 23:02:11 WIB

#
BERITA 26/08/2026 23:02:11 WIB Dilihat 151 kali

Tradisi Menthak-Menthik dalam Gebyar Rolasan di Pantai Mliwis Ambal

SMANSaKu-News. Jika di Yogyakarta ada acara Sekaten di Kebumen ada tradisi menthak-menthak-menthik atau beberapa warga masyarakat menyebutnya dengan enthak-enthik. Baik di Yogkarta maupun di Kebumen, kedua acara bertujuan sama, yaitu untuk memperingati hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW. Tradisi yang turun temurun ini bisa tergolong langka, sebab tidak semua wilayah di Kebumen melaksanakan tradisi ini. Di Kecamatan Ambal, tradisi ini masih cukup kuat, yang hamper dirayakan tiap tahunnya. Disebut Gebyar rolasan, karena pelaksanaannya dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal (Mulud, dalam kalender Jawa) bertepatan dengan kelahiran Maulid Nabi Muhammad SAW.

Awalnya tradisi menthak-menthik atau dikenal juga sebagai Grebeg Rolasan atau Gebyag Cah Angon) adalah tradisi selamatan atau ritual menggembala ternak sapi di pinggir pantai selatan kawasan Ambal, Kabupaten Kebumen, yang diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam perayaan ini ditandai dengan adanya tumpeng dan beberapa makanan hasil bumi sebagai bentuk rasa syukur, dan tidak ketinggalan telor asin. Tumpeng merupakan lambang kemakmuran dan keesaan (nyawiji). Selanjutnya tumpeng diarak kes uatu tempat, untuk selanjutnya dinikmati bersama-sama warga yang lain. Acara berlangsung sangat meriah yang terbalut dalam suasana penuh kebersamaan sesama warga.

Kades Kenoyojayan, Martono dalam sambutannya menyampaikan “Sudah 8 tahun ini, acara Grebek Rolasan enthak-enthik diselenggarakan di Pantai Mliwis. Tradisi nenek moyang ini tetap akan kita uri-uri sebagai warisan leluhur agar tidak punah” ungkap Martono

Ada 13 tumpeng yang telah dihias sedemikian rupa telah disiapkan oleh masing-masing RT yang di arak dari Balai Desa Kenoyojayan. Dengan balutan busana adat Jawa, dan beberapa pejabat yang datang menggunakan kuda, semakin menambah semarak acara grebeg ini. Acara yang juga dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan Festival Kitiran Bersama Disparbud Kebumen, sajian Tari Lawet, serta Drumb Band. Acara inti grebeg rolasan ini sebenarnya adalah pembacaan Kitab Albarjanji, sebagai bentuk peringatan dan penghormatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Disparbud Kebumen, Drs. Frans Haidar, M.PA Bersama jajaran Forkompimcam dan ANggota DPRD Kabupaten Kebumen Moh Kholili. Kepala Disparbud Kebumen, Drs. Frans Haidar mewakili Bupati Kebumen, tampak membacakan sambutan tertulis BUpati. Setelah acara grebeg rolasan, selesai, dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba kitiran dan penampilan tumpeng terbaik. Warga masyarakat dan para wisatawan baik dari Kebumen maupun luar Kebumen tampak tumpah ruah memadati, untuk menyaksikan acara grebeg rolasan ini. (red-SMANSaKu)

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya