Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 03/12/2024 05:33:29 WIB
SMANSaKuNews. Siapa Generasi Berikutnya ? Setelah mengabdi sekitar 34 tahun, sejak tahun 1990, Pak Memed, panggilan akrabnya terhitung 1 Desember 2024 resmi purna tugas sebagai Guru Seni Musik di SMA Negeri 1 Kutowinangun. Pak Memed termasuk guru senior di SMA Negeri 1 Kutowinangun, yang mengikuti perjalanan sekolah sejak pertama beliau menjadi guru, sampai masuk masa pensiun. Berbagai jabatan pernah diembanya penuh dengan tanggungjawab dan sudah beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan/Kepala Sekolah. Dedikasi, kiprah dan kontribusi Pak Memed untuk sekolah tidak diragukan lagi, yang secara konsisten mengabdikan dirinya ke SMA Negeri 1 Kutowinangun, sampai sekolah mendapat predikat sebagai “sekolah musik” karena banyaknya alumninya yang terjun dan menekuni bidang musik dan banyaknya prestasi siswa di bidang musik.
Bahkan beberapa guru di SMA Negeri 1 Kutowinangun, yang saat ini bertugas adalah alumni sekolah ini, alias mantan murid Pak Memed kala itu.
Memed Marzuki, S.Pd adalah alumni IKIP Negeri Semarang (sekarang UNNES) jurusan Seni Musik, lulus tahun 1990. Pernikahannya dengan istri tercinta yang juga seorang guru yang kini masih bertugas di SMA Negeri 1 Prembun, dikaruniai 2 orang putra, dan sudah dikaruiniai 1 orang cucu dari putra pertamanya.
Selain di sekolah, Pak Memed juga menularkan hoby musiknya di lingkungan tempat tinggalnya di Perumahan Korpri, Jatimulyo, Alian, Kebumen, dengan membentuk komunitas penggiat musik yang rutin mengadakan latihan. Setelah purna tugas, Pak Memed Berharap “Ada yang melanjutkan dan menggiatkan kegiatan musik, sehingga prestasi SMA Negeri 1 Kutowianangun terus meroket, khususnya di bidang seni, termasuk musik kontemporer yang baru saja digarap dan dipentaskan pada HUT SMA N Kutowinangun beberapa waktu lalu” ungkapnya
Siswa banyak yang merasa kehilangan sosok Pak Memed yang dengan sabar dan telaten melatih para siswa bermain musik, begitu pula rekan guru yang lain, khususnya yang seangkatan beliau. Ke depan Pak Memed kan menjalani kehidupan barunya bersama kelurga, cucu kesangan dan masyarakat (red-SMANSaKu)