SMANSAKUTO

Ketika Guru Menjadi Petugas Upacara

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 25/11/2024 18:26:52 WIB

#
BERITA 25/11/2024 18:26:52 WIB Dilihat 1501 kali

Ketika Guru Menjadi Petugas Upacara

SMANSaKuNews. Tidak seperti biasanya, petugas upacara bendera yang biasanya adalah siswa, hari ini semua guru dan karyawan dengan berpakaian adat, tampil sebagai petugas upacara. Hal tersebut dilakukan, mengingat upacara hari ini, Senin, 25 November 2024 adalah hari special bagi para guru di seluruh Indonesia. Tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional (HGN)

Hari ini, 79 tahun silam menjadi tonggak sejarah dalam sejarah pendidikan di Indonesia, yang tidak terpisahkan dari perjalanan panjang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejarah Hari Guru dimulai jauh sebelum kemerdekaan, meninggalkan jejak dari era kolonial Belanda hingga masa pendudukan Jepang. Pada masa itu, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik tetapi juga sebagai pejuang yang berkontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Penetapan Hari Guru memiliki makna mendalam, yaitu sebagai bentuk penghormatan terhadap guru yang telah berjuang menghadapi berbagai tantangan zaman. Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, guru kembali berperan penting dalam membangun sistem pendidikan yang sempat terhenti selama masa penjajahan.

Pada 24-25 November 1945, Kongres Guru Indonesia diselenggarakan di Sekolah Guru Puteri, Surakarta. Kongres ini dihadiri oleh tenaga pendidik dari berbagai daerah, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun. Kongres tersebut melahirkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang menjadi wadah perjuangan guru di Indonesia. PGRI memiliki tiga tujuan utama:
1. Mempertahankan Republik Indonesia.
2. Meningkatkan mutu pendidikan.
3. Membela hak dan kesejahteraan guru.

PGRI juga menjadi simbol persatuan, menyatukan para guru yang sebelumnya terpecah akibat perbedaan status dan pangkat, sehingga memperkuat peran guru dalam pembangunan bangsa. Hari Guru resmi ditetapkan pada 25 November 1994 melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahir PGRI, yang memiliki sejarah panjang sebagai organisasi perjuangan guru. Penetapan ini bertujuan memberikan penghormatan kepada guru atas kontribusi besar mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Peringatan Hari Guru menjadi wujud apresiasi sekaligus pengingat akan pentingnya pendidikan dalam pembangunan nasional.

Dalam Upacara HGN ke 79, di SMA Negeri 1 Kutowinangun, Bapak dan Ibu Guru tampil sebagai petugas upacara. Sebagai Pembawa Acara, Ibu Jumiati, S.Pd, Tim Pengibar Bendera Merah Putih Feris Kurniyawan, S.Pd.Jas, Siti Endah Purwani, S.Pd dan Damar Purnasiwi A, S.Pd, Pemimpin Upacara Maghfur Afandi, S.Pd, Pembawa Naskah Wahyu Dwi Sutanto, S.Pd, Pembaca Doa oleh Ari Kurniawan, S.Pd, Pembaca Naskah UUD 1945 adalah Nisaul Khoiroh, S. Pd, Dirigen Rizki Hikmawati, S.Pd, dan Pengiring Rachmat Hendriyanto, S.Pd . Tak lupa sebagai komandan Pleton : Pujiono, S.Pd, Fajar Triyono, S. Pd dan Joni Purnomo, S.Pd. Sementara Bapak dan Ibu yang lain tergabung dalam group paduan suara.

Petugas sebelumnya sudah melakukan persiapan dan Latihan, sebagaimana siswa ketiga akan menjadi tugas upacara, sehingga pelaksanakan upacara cukup tertib dan lancar.serta dapat menjadi contoh bagi para siswa (red-SMANSaKu)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya