Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 22/04/2022 09:52:30 WIB
Pesantren Kilat di Bulan Ramadhan
Kutowinangun, Gempita News – Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan kebaikan. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Maka dari itu, masing-masing sekolah kerap sekali mengadakan kegiatan pesantren kilat di bulan yang penuh berkah ini. Kegiatan keagamaan di sekolah bertujuan untuk memberikan edukasi pengetahuan agama serta membentuk karakter islami pada siswa. Kegiatan ini juga memberikan nuansa “pesantren” di lingkungan sekolah dengan menerapkan lingkungan yang religius selama bulan Ramadhan.
Sebutan “kilat” menandakan bahwa kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan ini dilaksanakan hanya dalam waktu yang singkat menyesuaikan dengan kalender pendidikan sekolah. SMA N 1 Kutowinangun pun melaksanakan pesantren kilat kemarin selama dua hari yakni Rabu, 20 April 2022 untuk kelas X; sedangkan Kamis, 21 April 2022 untuk kelas XI. Kegiatan pesantren ini dilaksanakan secara terpisah untuk masing-masing jenjang dengan mempertimbangkan tempat serta aturan protokol kesehatan yang selalu diterapkan di area sekolah.
Kegiatan pesantren kilat ini dilaksanakan di GOR Aroembinang dengan rundown sebagai berikut.
|
No. |
Acara |
Waktu |
|
1. |
Pembukaan |
07.30 |
|
2. |
Sambutan |
07.30 – 07.45 |
|
3. |
Asmaul Husna dan Tadarus Al-Qur’an |
07.45 – 08.15 |
|
4. |
Sholat Dhuha dan Menonton video yang relevan |
08.15 – 09.15 |
|
5. |
Materi Moderasi Beragama dari IAINU Kebumen |
09.15 – 10.15 |
|
6. |
Materi Talenta dalam Kehidupan remaja sesuai ajaran Islam |
10.15 – 11.15 |
|
7. |
Doorprize |
11.15 – 11.45 |
|
8. |
Sholat Dhuhur (sembari sholawat bersama) dan pulang |
11.45 – 12.10 |
Pemateri dalam kegiatan pesantren kilat ini merupakan mahasiswa dari IAINU Kebumen serta Ketua PMII Rayon Tarbiyah, Muhammad Faza Afan Rosyadi. Materi yang diberikan yakni mengenai Moderasi Beragama yakni cara pandang, sikap, dan perilaku selalu bertindak adil dan tidak ekstrem dalam beragama. Moderasi beragama harus dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengalaman agama sendiri dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan.
Kegiatan pesantren kilat ini diharapkan dapat memicu serta meningkatkan kegiatan beribadah baik untuk siswa maupun guru SMA N 1 Kutowinangun dan juga sebagai bentuk menyambut bulan suci Ramadhan. (De)