SMANSAKUTO

Murid SMA N 1 Kutowinangun Produksi Pupuk Organik Sendiri

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 03/10/2025 18:35:11 WIB

#
BERITA 03/10/2025 18:35:11 WIB Dilihat 208 kali

Murid SMA N 1 Kutowinangun Produksi Pupuk Organik Sendiri

SMANSaKuNews. Sebagai negara agraris, yang masyarakatnya sebagian besar menggantungkan penghidupannya dari bertani, maka kebutuhan akan pupuk seolah menjadi kebutuhan pokok bagi para petani, khususnya di Kabupaten Kebumen. Saat ini para petani di Kebumen, masih menggantungkan kebutuhan akan pupuk untuk pertanian dari pupuk kimia, yang banyak beredar di pasaran, seperti Urea, TSP, ZA, KCl dan NPK sebagai sumber nutrisi bagi tanaman pertanian.

Sebenarnya selain pupuk Kimia, ada pupuk organik yang dapat dibuat secara mandiri dari sisa sampah organik, seperti daun-daunan atau kotoran hewan. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti sisa tumbuhan, hewan, dan limbah organik lainnya, yang diolah untuk menyuplai bahan organik, unsur hara, serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Berbeda dengan pupuk kimia, pupuk organik berperan meningkatkan kesuburan dan daya dukung tanah, memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik dan meningkatkan kapasitas penyerapan air, serta mendukung kehidupan mikroorganisme tanah. 

Melihat kebutuhan akan pupuk ini, para murid kelas X SMA Negeri 1 Kutowinangun di bawah asuhan guru Biologi, Ibu Husnawati, M.Pd, diberikan penguatan materi melalui praktik pembuatan pupuk organik padat (kompos) dalam kegiatan P-5 beberapa waktu lalu.

“Pupuk ini dapat dibuat sendiri oleh para murid dengan cara yang cukup mudah, dan aman penggunaaanya karena tidak menggunakan bahan kimia. Dengan diolah menjadi pupuk organik, kita juga dapat mamanfaatkan limbah organik menjadi pupuk yang memiliki nilai ekonomis dan dapat digunakan untuk kebutuhan tanaman sekolah” ungkapnya

Proses pembuatan pupuk organik pada dasarnya cukup mudah, memanfaatkan teknik fermentasi yang dilakukan mikroorganisme. Selain sampah organik dari sisa rumah tangga, daun-daunan atau sayuran sebagai bahan utama, dalam memperosesnya dibutuhkan bahan aktivator atau starter seperti EM4 (Effective Microorganisms 4) yang merupakan sumber bakteri fermentasi dari senyawa organik tanah yang mampu menyehatkan tanaman dan menyuburkan tanah dan molase/sari gula sebagai sumber karbohidrat untuk nutrisi mikroorganisme tersebut. Dalam kurun waktu sekitar 2 minggu, sampah akan membusuk dan siap digunakan sebagai pupuk.  

Kehadiran pupuk organik, dapat menjadi solusi dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan hasil pertanian dan menjaga kesuburan tanah.

Saat ini hasil karya pupuk organis padat (kompos) sudah dilakukan pakcing yang cukup bagus, tinggal melakukan penguatan melalui pemasaran dan produksi secara berkelanjutan. (red/SMANSaKu)

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya