Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 02/05/2025 09:32:31 WIB
SMANSaKuNews. Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini, Jum’at, tanggal 2 Mei 2025, mengingatkan kita pada tokoh Pendidikan Ki Hajar Dewantara, yang telah meletakkan dasar yang kuat pada pengembangan pendidikan anak Bangsa. Peringatan hari Pendidikan Nasional, ditandai dengan upacara Bendera yang ilaksanakan di lapangan basket SMA Negeri 1 Kutowinangun diikuti oleh Bapak/Ibu guru karyawan dan siswa. Kali ini tidak semua siswa tidak mengikuti kegiatan upacara, sebab bersamaan dengan kegiatan kemah Pramuka bagi kelas X/Fase E dan siswa kelas XII sudah memasuki masa akhir pembelajaran.
Peringatan hari Pendidikan Nasional tahun ini mengambil tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” . Tema tersebut diangkat dalam rangka upaya pemerintah mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi semua rakyat Indonesia.
Hadir sebagai pembina upacara, Kepala Sekolah, Ibu Tri Lestari A, S.Pd yang membacakan sambutan Mendikdasmen RI. “Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa. Undang-undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Sesuai amanat konstitusi, tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili dan sebab- sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara.
Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia, dan peradaban bangsa. Secara individual, pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan (homo educandum) yang dengannya manusia menguasal ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, dan berbagai kecerdasan yang memungkinkan mereka meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual. Dalam konteks kebangsaan, pendidikan adalah sarana mobilitas sosial politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa.” jelasnya
Yang berbeda dengan upacara biasanya, sesuai petunjuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Bapak/Ibu Guru dan karyawan mengenakan pakaian adat Jawa. (red-SMANSaKu)