Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 08/10/2024 12:27:19 WIB
SMANSaKuNews. Keluarga Besar SMA Negeri 1 Kutowinangun kehilangan satu sosok guru senior yang memiliki dedikasi dan komitmen tinggi dalam mengabdi. Ibu Dra Beny Sayekti, guru geografi SMA Negeri 1 Kutowinangun, tutup usia di usia ke 59 th, setelah berjuang melawan penyakitnya selama 1 minggu di RS Permata Medika.
Ibu 2 anak ini, akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya, setelah seminggu melawan penyakitnya di RS Permata Medika Kebumen, menyusul suaminya alm Eko Mardiyanto, S.Pd, M.Pd yang lebih dahulu berpulang sekitar setengah tahun yang lalu.
Robingu, S.Pd, M.Pd rekan sejawatnya, sesama guru senior menyampaikan kenangann, “Ibu Beny Sayekti, adalah sosok guru sejati, konsisten dalam melaksanakan tugas, tidak banyak bicara, dan halus tutur katanya kepada yang tua maupun yang muda, dengan ciri khas bahasa Jawanya” tuturnya.
Karier Bu Beny di dunia pendidikan cukup gemilang, ikhlas mengabdi dan tidak kepengin menduduki jabatan apapun. Mengawali karier sebagai guru di SMA PGRI 1 Kebumen sejak sekitar 1989, bersama 15 rekan PNS sejawatnya, yang berstatus sebagai PNS Dpk (dipekerjakan) di sekolah swasta kala itu. Setelah mengabdi di SMA PGRI 1 Kebumen kurang lebih 22 tahun, kemudian di tahun 2012 beliau mengajukan mutasi ke SMA Negeri 1 Kutowinangun, dengan alasan mendekatkan jarak dari rumah suami yang asli Kutowinangun.
Menurut Kepala SMA PGRI 1 Kebumen Ibu Dra. Hj. Arena Yulisetiani, “Saat itu Ibu Beny Sayekti muda kelahiran Desa Nampudadi, Petanahan, tanggal 17 September 1965 akhirnya dipertemukan dengan kekasih hatinya, Eko Mardiyanto, S.Pd guru musik di SMA PGRI 1 Kebumen asal Kutowinangun. Pernikahan dengan guru musik asal Kutowinangun, akhirnya dikaruniai 2 orang putra laki dan perempuan, yang cukup pandai dan sholeh-sholehah, Bijak Pradana Putra (Jur Arsitektur) dan Citra (Keperawatan) yang keduanya kuliah di Universitas ternama, UI Jakarta” tuturnya
Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Ibu Tri Lestari A, S.Pd yang hadir langsung memberikan penghormatan terakhirnya menyampaikan kesan sosok Bu Beny Sayekti “Sejak menjadi guru SMA Negeri 1 Kutowinangun, Bu Beny nyaris tidak meninggalkan jejak kurang baik, bekerja penuh dedikasi dan disiplin, rajin dan biasa kerja sistematis. Beliau adalah sosok yang sederhana, pendiam. Sabar dalam melayani siswa, selalu sabar dan tenang dalam mengambil keputusan, dan dalam menjalani takdir kehidupan”
Sedianya Bu Beny Sayekti akan memasuki masa pensiun di tahun depan, 2025, namun Allah lebih menyayanginya, beliau harus segera menyusul suaminya di roudotul jannah, pada Senin, 7 Oktober 2024 di usianya ke-59 tahun.
Ratusan siswa dan guru SMA Negeri 1 Kutowiangun, hadir mengantarkan jenazah Bu Beny Sayekti, S.Pd, ke tempat peristirahatan yang terakhirnya, di pemakaman Mega Biru, Bumirejo, Kebumen. Semoga jejak almarhumah, menjadi suri tauladan dan inspirasi bagi guru-guru muda yang lain, selamat jalan Bu Benny (red-SMANSaKu)