SMANSAKUTO

LDKS SMANSAKU Bekali Murid dengan Kemampuan Berorganisasi dan Kepemimpinan.

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 27/09/2026 17:16:41 WIB

#
BERITA 27/09/2026 17:16:41 WIB Dilihat 115 kali

LDKS SMANSAKU Bekali Murid dengan Kemampuan Berorganisasi dan Kepemimpinan.

SMANSaKu.News. SMA Negeri 1 Kutowinangun menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 2026 pada Jumat hingga Minggu, 25–27 September 2026. Kegiatan ini diikuti perwakilan murid dari berbagai organisasi dan ekstrakurikuler serta perwakilan kelas X dan XI. LDKS dilaksanakan sebagai pembekalan bagi murid agar memiliki kemampuan dasar dalam berorganisasi dan menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah.

Peserta LDKS berasal dari organisasi seperti OSIS, MPK, KuPasus, Rohis, PMR, Pramuka, dan Pesona. Setiap organisasi mengirimkan sekitar empat hingga lima perwakilan. Selain itu, terdapat satu perwakilan dari setiap kelas X dan XI. Sementara itu, panitia kegiatan berasal dari OSIS kelas XII bersama beberapa organisasi lainnya. Menurut pembimbing, peserta diharapkan memiliki bekal dasar dalam mengelola organisasi, mulai dari persuratan, kebendaharaan, hingga penyelenggaraan kegiatan.

Wahyu Dwi Sutanto, S.Pd selaku Waka Kesiswaan dan penanggungjawab kegiatan ini ketika dimintai keterangan terkait jumlah peserta, mennyampaikan terkait persiapan dan jumlah peserta. “Persiapan LDKS diawali dengan penyusunan konsep kegiatan oleh panitia OSIS kelas XII. Peserta kemudian ditentukan melalui perwakilan organisasi dan kelas, lalu diberikan surat pernyataan kesediaan mengikuti kegiatan yang ditandatangani orang tua.” jelasnya

 “Peserta LDKS ada sekitar 100 murid dari unsur ekstra dan Pengurus OSIS serta MPK. Namun ada beberapa peserta yang harus meninggalkan kegiatan karena alasan kondisi fisik dan ada keperluan penting. Selain panitia, beberapa alumni juga tampak hadir untuk membantu pelaksanaan” imbuhnya.

 

Sebelum LDKS dimulai, peserta mengikuti technical meeting pada Rabu sebagai pembekalan awal. Dalam kegiatan tersebut disampaikan berbagai peraturan dan gambaran mengenai pelaksanaan LDKS, termasuk barang dan persiapan yang perlu dibawa. Selama kegiatan, murid mengikuti berbagai materi seperti kebendaharaan, kesekretariatan, kedisiplinan, kepemimpinan, komunikasi, etika berorganisasi, wawasan kebangsaan, PBB, hingga entrepreneur. Materi wawasan kebangsaan dan PBB disampaikan oleh pihak eksternal dari Koramil yang diwakili oleh Pak Fajar dan Pak Budi, sedangkan materi entrepreneur menghadirkan Kepala Desa Kutowinangun, sebagai pelaku usaha di bidang entrepreneur yang juga merupakan alumni sekolah ini.

Kegiatan juga mendapat pendampingan dari sejumlah guru dan pihak sekolah. Tampak hadir secara bergantian Ibu Aulia Alif Rahma, S.Pd., Ibu Siti Amanah, S.Pd., Bapak Isman Sawabi, S.Pd., Pak Pujiono, S.Pd., Wahyu Dwi Sutanto, S.Pd, Nursadat, S.Pd, Rachmat Hendriyanto, S.Pd, Suratno, S.Pd, Ibu Desy, Ibu Shinta, dll serta Bapak Budiono, S.Si., M.Pd selaku Kepala Sekolah. Pendampingan dilakukan untuk membantu memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan dan ketentuan sekolah.

LDKS berlangsung selama 3 hari, mulai Jum’at s/d Minggu, 25-27 September 2026, dengan jadwal kegiatan yang telah disipakan Panitia. Di hari Jumat, peserta mengikuti apel pembukaan, pengecekan barang, materi kebendaharaan dan kesekretariatan, ISHOMA, materi personal branding dan motivasi, lampion, serta diskusi kelompok. Kegiatan berlanjut pada Sabtu dengan senam pagi, sarapan, perjalanan menuju tempat outbound, outbound, materi etika berorganisasi, WASBANG dan PBB, kepemimpinan dan komunikasi, serta entrepreneur. Pada Minggu, kegiatan dilanjutkan dengan bisnis pagi, sarapan, kegiatan Adiwiyata dan bersih tempat istirahat, tukar kado, apel penutupan, serta sayonara dan foto bersama.

Setelah seluruh rangkaian LDKS selesai, hasil pembekalan tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Peserta nantinya diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan organisasi di sekolah. Evaluasi dilakukan dengan melihat penerapan materi ketika peserta kembali menjalankan kegiatan di lapangan. Dengan demikian, LDKS tidak hanya menjadi kegiatan pembekalan, tetapi juga menjadi bekal bagi murid untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam organisasi. Kegiatan LDKS ditutup dengan upacara apel, yang dipimpin oleh Wahyu Dwi Sutanto, S.Pd. (red-SMANSaKu/Intan)

 

 

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya