Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 12/10/2026 19:51:36 WIB
SMANSaKuNews. Maraknya peristiwa bullying atau perundungan di kalangan remaja, khususnya pelajar, Polsek Kecamatan Kutowinangun melakukan pencegahan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi tentang bullying ke pelajar SMA Negeri 1 Kutowinangun.
Hal tersebut di sampaikan langsung, Kapolsek Kutowinangun, AKP. Khusen Martono, S.H, M.H, ketika menjadi pembina upacara di hadapan ribuan murid SMA Negeri 1 Kutowinangun.
“Akhir-akhir ini Kecamatan Kutowinangun, menjadi sorotan public Nasional, karena adanya berita viral tentang adanya kasus bullying yang terjadi di salah satu sekolah swasta di Kecamatan Kutowinangun. Bullying atau perundungan juga dapat diartikan penindasan, baik fisik maupun non fisik. Perbuatan bullying dapat berakibat hukum, sebagai tindak pelanggaran pidana. Kadang kita tak sengaja seorang melakukan bullying kepada teman sendiri, hanya karena alasan bercanda. Tetapi jika berlebihan, candaan bisa membuat orang lain tertekan, candaan tersebut bisa dikategorikan bullying.” jelasnya
Bullying atau perundungan adalah tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja, berulang-ulang, dan melibatkan adanya ketimpangan kekuatan atau kuasa (baik fisik, sosial, maupun status) dengan tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi orang lain
Apabila seorang telah terkena kasus hukum, nanti Ketika mengurus SKCK akan muncul catatan kasus kriminalnya, dan tentu akan menjadi bahan pertimbangan penting kita akan dipakai untuk mencari kerja atau masuk ke Perguruan Tinggi.
Kapolsek yang juga alumni SMA Negeri 1 Kutowinangun Angkatan tahun 1992 ini, merasa prihatin dengan kejadian bullying di wilayah hukumnya. Kapolsek berharap kasus tersebut tidak terulang Kembali di tempat lain, khususnya SMA Negeri 1 Kutowinangun yang pernah menjadi tempatnya belajar.
Bullying bisa berdampak seorang anak merasa tertekan, rendah diri dan dikucilkan, yang berdampak turunnya semangat belajar.
Khusen juga mengajak para pelajar untuk fokus belajar, memiliki keahlian dan memiliki karakter disiplin. Meskipun prestasi akademik kurang, pelajar dapat memngembangkan prestasi non akademik dan sikap disiplin sebagai modal utama. Pentingnya pembiasaan karakter disiplin, sebab dengan memiliki kedisiplinan, seorang lebih punya potensi untuk berkembang dan sangat dibutuhkan baik ketika mencari kerja ataupun melanjutkan sekolah. (red-SMANSaKu)