Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 16/12/2025 13:23:51 WIB
SMANSaKuNews. Sebanyak 27 orang guru dengan status ASN P3K hari ini menghadiri acara Penguatan P3K di SMA Negeri 1 Pejagoan, didampingi langsung Kepala Sekolah, Bapak Budiono, S.Si, M.Pd. Acara Penguatan P3K Kabupaten Kebumen diselenggarakan oleh MKKS Kabupaten Kebumen ini, diikuti oleh 312 peserta guru P3K se-Kabupaten Kebumen. Tampak hadir dalam acara tersebut Kepala Cabdin IX, Ibu Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd, M.Pd.B.I. dan Bapak Nasikin, S.STP. M.Kom. Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Tampak hadir juga para Kepala SMA di wilayah Kabupaten Kebumen, tempat naungan guru P3K tersebut.
Dalam sambutannya, Ka Cabdin IX mengingatkan kepada para PPPK “Tunjukkan kebiasaan baik di lingkungan kerja yang baru, meskipun lingkungan tidak mendukung. Tunjukkan aura positif di depan para murid, agar tetap menjadi guru yang disukai dan diharapkan para muridnya. Kalau hanya menjadi guru biasa, sudah banyak, tetapi jadilah guru yang di atas rata-rata, yang memiliki prestasi, tidak sama dengan yang lain” ungkapnya sembari memberi motivasi.
Sementara Bapak Nasikin, selaku narasumber tunggal mengingatkan kepada para guru PPPK dengan figur tokoh pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara, dengan Tri Logi Pendidikan, dimana seorang guru harus mampu menjadi contoh bagi para muridnya. “Dalam falsafah Jawa guru adalah figur yang bisa digugu dan ditiru. Ing Ngarso Sung Tuladha. Ketika berada pada lingkungan yang baru, maka guru harus mampu menempatkan diri dalam bekerja, Ing Madya Mangun Karso dan ketika berada di belakang, harus mampu memberikan support/motivasi kepada mereka yang mendapat tugas, Tut Wuri Handayani. Karena pada dasarnya semua warga sekolah telah mendapat tugas sesuai porsinya masing-masing” jelasnya
Nasikin yang asli warga Weleri Kendal, juga memaparkan tentang Arah dan Kebijakan Dinas yang mengaju pada kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ngopeni, Nglakoni. Sebagai bagian dari ASN (Aparatur Sipil Negara) maka di sekolah tidak boleh ada kelompok kesenjangan antara PNS, P3K atau Guru Paruh Waktu, sebab semuanya mempunyai tugas yang sama, untuk memajukan sekolah. Guru PPPK harus mampu menjadi penggerak pendidikan. Biasakanlah yang benar, jangan membenarkan sesuatu yang sudah biasa.
“Di Jawa Tengah saat ini ada sekitar 37 ribu guru, dan 33 ribu diantaranya sudah berserrtifikat pendidik, artinya mereka sudah dinyatakan profesional dan memiliki 4 kompetensi yang terukur, yaitu : kompetensi profesional, kompetensi pedagogis, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Namun kebnyataannya, mutu pendidikan kita masih rendah, baik dari sisi kemampuan literasi maupun numerasi, belum signifikan dengan jumlah guru yang sudah dinyatakan profesional. “ ungkapnya
Maka Bapak Nasikin mengajak semua guru PPPK untuk dapat meningkatkan kinerjanya, dengan berpedoman pada Permendiknas No, 21 tahun 2025 tentang standar Tenaga Kependidikan (STK) dan UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen. Kenali tugas pokok dan fungsi sebagaai guru PPPK, cintai profesi sebagai guru dan optimasisaskan dalam bekerja, sebagai pelayan masyarakat. (red-SMANSaKu)