SMANSAKUTO

Ajang Pemilihan Duta Literasi : Uji Wawasan dan Kemampuan Berkomunikasi

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 23/10/2026 20:50:40 WIB

#
BERITA 23/10/2026 20:50:40 WIB Dilihat 82 kali

Ajang Pemilihan Duta Literasi : Uji Wawasan dan Kemampuan Berkomunikasi

SMANSaKu.News. Meraih prestasi itu sulit, tapi akan lebih sulit lagi mempertahankan prestasi. ‘Dalam catatan raport Pendidikan, SMA Negeri 1 Kutowinangun, di bidang literasi telah mencapai skor maksimum, yakni skor 100%. Keberhasilan ini tentu merupakan keberhasilan semua warga sekolah, yang telah menyumbangkan berbagai informasi dan inovasi yang memperkuat kegiatan literasi dan numerasi” ungkap Budiono, S.Si, M.Pd Ketika membuka acara pemilihan Duta Literasi.

Ajang pemilihan duta literasi secara berkelanjutan diharapkan menghasilkan generasi penerus yang terus tumbuh dan berkembang memperkuat dan menggiatkan kegiatan literasi dan numerasi dengan onovasi dan kratifitas baru. Ajang ini menjadi salah satu upaya nyata pihak sekolah dalam mengembangkan kemampuan literasi, memperluas wawasan, serta mengasah keterampilan komunikasi para Murid.

Melalui para Duta Literasi ini, diharapkan mampu menjadi motivator murid yang lain untuk terus menggali berbagai informasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang dapat mendukung kompetensi akademik.

Para calon duta literasi harus meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang berbagai informasi terbaru, sehingga tidak tertinggal informasi. Kemajuan teknologi informasi harus diimbangi dengan kemampuan literasi sehingga dapat memanfaatkan semua informasi secara bijak dan sekaligus mampu melakukan proteksi diri dengan berbagai informasi yang tidak bermanfaat atau hoax.

Pemilihan Duta Literasi diikuti oleh perwakilan kelas X dan XI, yang masing-masing mengirimkan 1 pasang calon putra dan putri. Para Calon Dita Literasi sebelumnya telah melakukan berbagai tahap seleksi untuk menguji wawasan dan pengetahuannya. Dengan berbalut busana adat hitam, para calon diuji kemampuan dan wawasannya di depan Dewan Juri yang terdiri dari 3 orang, masing-masing Diana Nursanti, S.Pust, Suratno, S.Pd dan Apriyoko, S.Pd.

Setidaknya ada 3 kriteria pokok yang menjadi penilaian Dewan Juri, yaitu kemampuan melakukan public speaking (dalam Bahasa Jawa), penguasaan materi dan penampilan.

Rangkaian seleksi diawali dengan penjaringan peserta dari 20 kelas yang masing-masing mengirimkan perwakilan putra dan putri. Pada tahap awal, peserta diuji melalui pembuatan karya esai dan video edukasi. Dari hasil penilaian karya tersebut, terpilih 20 peserta terbaik yang terdiri atas 10 putra dan 10 putri.

Seleksi berlanjut ke tahap pidato singkat berbahasa Jawa dengan tema kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). Pada tahapan ini, para peserta ditantang untuk menyuarakan gagasan secara jelas menggunakan bahasa Jawa yang baik dan benar.

“Beberapa peserta sempat mengalami kesulitan saat menyampaikan gagasan. Meskipun ide mereka sangat baik, tantangan terbesarnya adalah mengomunikasikannya menggunakan ragam bahasa Jawa yang baik dan benar,” ujar Apriyoko, S.Pd salah satu juri kegiatan tersebut.

Pada tahap berikutnya, peserta mengikuti sesi tanya jawab (question and answer) yang menguji wawasan seputar Geopark Kebumen dan pengetahuan lokal daerah Kebumen. Dari sesi ini, panitia menyaring 10 peserta terbaik (5 putra dan 5 putri), hingga akhirnya terpilih 3 pasang finalis terbaik yang berhak melaju ke babak final. Menurut Apriyoko, salah satu catatan penting dari kegiatan ini adalah pentingnya keseimbangan antara ide dan kemampuan penyampaian. Ide yang cemerlang perlu diimbangi dengan keterampilan berbicara (public speaking) agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Di babak final, seluruh finalis diberikan pertanyaan yang sama untuk dijawab berdasarkan sudut pandang serta pemikiran masing-masing. Penilaian difokuskan pada kedalaman jawaban, pemahaman materi, dan kemampuan penyampaian informasi secara efektif. Di tahap 3 besar semua calon diuji dengan kemampuan melakukan analisis data dan grafik terhadap berbagai informasi yang tengah berkembang saat ini. Pertanyaan Dewan juri meliputi wawasan tentang budaya, geopark, masalah sosial, teknologi informasi dan seputar masalah kehudupan remaja.  

Berdasarkan hasil penilaian babak final, gelar Juara 1 Duta Literasi Putra diraih oleh Abisatya Buwana Kresno (Kelas X/E6), disusul Arkhana Razuka Ezzar (Kelas X/E8) sebagai Juara 2, dan M. Wildan Auva Reihan (Kelas XI/FD 9) sebagai Juara 3. Sementara itu, untuk kategori putri, Juara 1 diraih oleh Ulyatun Salsa Maulida (Kelas XI/FD 3), Juara 2 diraih oleh Asyifa Alma Maulani (Kelas XI/FD 10), dan Juara 3 diraih oleh Giva Puspita Ningrum (Kelas XI/FD 5).

Piagam dan slempang bagi pemenang disampaikan langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Budiono, S.Si, M.Pd. (red-SMANSaKu/Istiqomah)

SMANSAKUTO

Berita Lainnya