Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 18/09/2026 21:10:52 WIB
SMANSaKu.News. Hal tersebut diungkapkan oleh Psikolog Klinis, Yulia Tri Haryanti, S.Psi dari RSUD Kebumen Ketika menyampaikan materi Penyuluhan Kesehatan Remaja, di GOR Aroengbinang SMA Negeri 1 Kutowinangun pagi tadi. Kegiatan diikuti oleh murid kelas X dan XI dalam kegiatan kokurikuler yang dihadiri oleh Bupati Kebumen sekaligus rangkaian kegiatan Aksi Bergizi yang dipakarsai Dinkes PPKB Kebumen. Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan sarapan bersama menggunakan makanan yang telah disiapkan melalui program MBG. Sementara semua murid putri juga mengikuti kegiatan minum tablet tambah darah (PPD) secara massal yang difasilitasi Puskesmas Kutowinangun dilanjutkan dengan materi edukasi Kesehatan mental remaja yang disampaikan oleh Yulia Tri Haryanti, S.Psi.
Acara dibuka langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun, Budiono, S.Si, M.Pd.
Dalam paparannya, Yulia membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi mental remaja, termasuk rasa cemas dan overthinking. Murid juga diajak mengenali sumber kesedihan maupun kebahagiaan dalam dirinya serta belajar mengendalikan diri ketika menghadapi lingkungan sosial yang kurang sehat.
“Sebagai remaja yang sedang bertumbuh kembang, sangat rentan dengan berbagai pengaruh. Jiwanya yang masih labil, kadang jika tak terkendali bisa terjerumus ke hal-hal yang bersifat negatif Oleh karena itu seorang remaja harus bisa mengenali potensi dirinya, apa yang membuat bahagia dan hal apa yang membuat sedih, dan selanjutnya mampu mengendalikannya” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Yulia juga melakukan interaksi dengan para murid, untuk mengetahui apa harapan dan cita-citanya kedepan, hal apa yang membuat Bahagia dan hal apa saja yang membuatnya sedih. Mendapat pertanyaan tersebut, beberapa murid menyampaikan ada yang ingin menjadi editor, guru, tenaga medit dan TNI/Polri. Salah satu peserta bahkan menyampaikan curhatannya, ketika dipaksa orang tuanya untuk berprestasi di bidang akademik, tetapi dirinya merasa tidak mampu, dan bahkan lebih mampu di bidang non akademik.
Dalam keadaan yang demikian, remaja harus bisa mengelola emosi, agar tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan sosial yang kurang sehat, memutuskan pilihan dengan pertimbangan yang matang.
Pada sesi kedua sedianya akan dilakukan Edukasi Anemia yang akan disampaikan oleh dr. Faiz Alaudien Reza Mardhika yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, namun batal dilaksanakan. (red-SMANSaKu)