Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 09/07/2025 20:50:20 WIB
SMANSaKuNews. Peninjauan kembali Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) biasa dilakukan sekolah di awal tahun pembelajaran. Tujuannya untuk melakukan penyesuaian dengan kebutuhan sekolah, masukan atau perlunya perbaikan menyesuaikan beberapa ketentuan dan kebijakan baru di bidang pendidikan. Kegiatan In House Training (IHT), yang dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Tri Lestari A, S.Pd, juga dihadiri oleh Komite Sekolah, Bapak Arif Widodo, S.H, M.I.Kom dan Drs. Salido, M.Pd dan Pengawas Cabdin Wilayah IX, Bapak Sabar Riyanto, S.Pd, M.T. di ruang Multi Media SMA Negeri 1 Kutowinangun.
“Berbeda dengan tahun sebelumnya, Revisi KSP tahun ini cukup banyak, mengingat adanya kebijakan baru kementrian era Prabowo-Gibran, sehingga sekolah harus segera melakukan penyesuaian. Selain adanya pendekatan baru dalam pembelajaran dengan Deep Learning, kegiatan P-5 sudah ditiadakan lagi, berganti dengan 8 Dimensi Lulusan, dan adanya muatan mata pelajaran baru yaitu KKA (Koding dan Kecerdasan Artificial” jelas Pak Pawit, S.Pd selaku Waka Kurikulum
Dalam paparannya Pak Sabar menjelaskan beberapa hal terkait dengan dokumen KSP SMA Negeri 1 Kutowinangun yang perlu mendapat perhatian serius warga sekolah. “Secara umum kegiatan sekolah sudah berjalan baik. Warga sekolah harus bersinergi dan memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan visi-misi sekolah. Sekolah sebaiknya memiliki ciri khusus yang mudah diingat masyarakat, dan program-program yang menjadi branding sekolah dapat dipublikasikan melalui berbagai media sosial dan elektronik. Menyadari saat ini ada beberapa kebijakan pemerintah yang belum ada regulasinya, maka sebagai acuan sekolah dalam menyusun KSP dengan mengacu ketentuan sebelumnya sampai nanti ada ketentuan resminya” jelasnya
Selain mendasarkan pada raport mutu, penyusunan dan pelaksanaan program sekolah juga harus memperhatikan kelebihan, tantangan dan kelemahan sekolah kita sehingga program dapat berjalan dengan lebih baik. Pengawas juga mengaresiasi atas berbagai inovasi program sekolah yang tengah dicanangkan dan dilaksanakan.
Sebagai bahan refleksi sekolah, Pak Sabar juga mengutip adanya berita siswa SMP yang belum lancar membaca dan siswa SMA yang tidak bisa perkalian sederhana. Meskipun kondisi tersebut tidak terjadi di sekolah ini, tetapi setidaknya bisa menjadi pelajaran bagi rekan guru untuk merefleksi kembali metoda dan proses pembelajaran di kelas. Melalui kebijakan baru pendekatan pembelajaran Deep Learning (pembelajaran mendalam) yang menganut 3 prinsip yaitu Tiga prinsip utama dalam deep learning (pembelajaran mendalam) adalah Mindful Learning (Pembelajaran Sadar), Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna), dan Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan) maka diharapkan 8 profil lulusan dapat dicapai. (red-SMANSaKu)