SMANSAKUTO

Menulis Adalah Mengukir Prasasti Diri

Kategori : BERITA   Dipublish pada tanggal 28/10/2025 15:35:42 WIB

#
BERITA 28/10/2025 15:35:42 WIB Dilihat 235 kali

Menulis Adalah Mengukir Prasasti Diri

SMANSaKuNews. Untuk meningkatkan kemampuan literasi, khususnya menulis, seluruh murid kelas X dan XII mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Oktober 2025 dipusatkan di GOR Aroembinang SMAN 1 Kutowinangun, dengan menghadirkan narasumber Bapak Suratno S.Pd, salah satu pengelola web SMANSaKu. Selama sekitar 2 jam, Bapak Suratno. menyampaikan tentang hal ikhwal tentang jurnalistik, teknis penulisan berita serta tentang fotorafi jurnalistik. Jurnalistik adalah Jurnalistik adalah ilmu, teknik, dan proses mencari, mengumpulkan, mengolah, menulis, menyunting, dan menyebarkan informasi serta berita kepada publik melalui berbagai media. Orang yang memiliki profesi di bidang jurnalistik selanjutnya disebut dengan jurnalis atau wartawan.

Melalui pelatihan jurnalistik diharapkan menjadi bekal dan motivasi para murid dalam menyahikan suatu informasi yang memenuhi kaidah jurnalistik. Dalam jurnalistik, dalam menyajikan informasi harus akurat, objektif, dan bermanfaat mengenai peristiwa atau isu yang relevan bagi masyarakat, serta dapat menjadi media edukasi dan kontrol sosial.

“Melalui sebuah tulisan, sebuah pesan dapat disampaikan secara obyektif dan bertanggungjawab, baik dalam bentuk liputan berita, opini, feature atau artikel. Sebelum berita disajikan ke publik, maka lakukan tahap penyuntingan/editing agar berita yang kita publikasikan mendekati sempurna” jelas Suratno

Setiap berita atau artikel, sebaiknya dilengkapi dengan foto yang dapat menguatkan isi pesan berita atau pesan yang ingin kita sampaikan. Dengan demikian tulisan yang kita buat semakin punya bobot. Apalagi jika tulisan kita berisikan tentang kritik sosial/pesan moral, dapat memiliki dampak yang luas dan mempengaruhi para pembacanya. Hal itulah dalam jurnalistik berlaku peribahasa bahwa “Pena bisa lebih tajam dari pedang”

Selain media media cetak, yang penyajiannya dalam bentuk barang certak, seperti majalah, koran, buletin, dsb. Ada juga jurnalistik elektronik, yang seluruh produknya ditayangkan dalam bentuk audio visual seperti radio, televisi, atau youbtube serta jurnalistik online yang memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai media publikasi.

Sebuah berita dikatakanNews atau berita baru, apabila beritanya benar-benar update atau terkini, sesaat setelah kejadian, sehingga seorang jurnalis dituntut harus bekerja cepat dan tepat.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan tentang langkah-langkah dalam penulisan sebuah berita/artikel. Mulai dari mengumpulkan data yang memenuhi 5W dan 1H, membuat point penting yang harus di sampaikan dalam berita, tidak menunda-nunda waktu untuk menulis berita (sesaat setelah kejadian) , menentukan judul berita yang menarik. Dalam penyusunan berita digunakan prinsip Piramida terbalik, dimana hal pokok atau penting disampaikan terlebih dahulu, kemudia hal yang kurang penting dan penutup berita. Bahasa yang digunakan jurnalistik, padat, sederhana, lugas, jelas, menarik, objektif, singkat. (red-SMANSaKu/Surfanaja)

 

 

SMANSAKUTO

Berita Lainnya