Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 10/11/2024 19:26:48 WIB
SMANSaKuNews. Sepuluh November, mengingatkan kita pada peristiwa berdarah di Surabaya. Sesosok pejuang kemerdekaan yang gagah berani mengobarkan semangat juang arek-arek Soerobojo, dialah Bung Tomo, yang memimpin perlawanan kepada penjajah dan mengobarkan api perjuangan di kota Surabaya, untuk melawan sekutu. Hari itu menjadi sejarah kelam bagi sejarah perjuangan bangsa Indonesia, mengingat pertempuran di Surabaya telah menelan ribuan jiwa yang gugur dalam medan perang. Surabaya membara bagaikan neraka, pertumpahan darah ribuan jiwa para pejuang untuk mempertahankan merah putih. Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi negara kepada para pejuang di Surabaya itulah, akhirnya di Era Presiden Soekarno, tanggal 10 Nopember ditetapkan sebagai hari Pahlawan.
Peringatan hari Pahlawan tahun ini bertepatan jatuh pada pada hari libur, yaitu Minggu. Namun demikian peringatan dalam bentuk Upacara bendera tetap dilangsungkan di halaman SMA Negeri 1 Kutowinangun. Ibu Tri Lestari A, SP.d, selaku Kepala Sekolah memimpin langsung sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan itu dibacakan pesan-pesan para pejuang, seperti Abdul Muis, dr Ciptomangunkusumo, Bung Tomo, Ki Hajar Dewantara, Moh. Yamin, Tjut Nyak Dien, R.A. Kartini, Jendral Soedirman dan pejuang lainnya yang dapat menjadi inspirasi dan motivasi kita, khususnya para generasi muda sebagai penerus bangsa.
Dalam kesempatan tersebut Pembina Upacara membacakan sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia, yang mengangkat tema "Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu". Tema ini mengandung makna yang dalam. "Teladani Pahlawanmu", berarti bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Adapun "Cintai Negerimu" mengandung makna bahwa apapun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Ibu Tri Lestari A, S.Pd juga mengajak para siswa dan warga SMA Negeri 1 Kutowinangun, untuk melakukan refleksi atas jerih payah, pengorbanan dan jasa para pahlawan, dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. “Perjuangan kita tidak pernah berakhir, justru semakin sulit, dihadapkan pada berbagai tantangan baru sesuai perkembangan jaman dan generasinya, utamanya tantangan membentuk karakter berbudi pekerti luhur, sikap andap asor, rasa asah-asih, saling menghormati kepada sesama, yang kian hari makin luntur di kalangan generasi muda”.
Moementum peringatan hari Pahlawan harus bisa menjadikan momentum, untuk meneruskan pesan-pesan perjuangan para pahlawan dengan terus menumbuhkan semangat berjuang, keberanian melakukan perubahan dan kesiapan diri memberikan pengorbanan untuk bangsa dan negara. Atas jerih payah dan pengorbanan para pahlawan lah kita hari ini bisa menikmati udara kebebasan dalam suasana kemerdekaan. (red-SMANSaKu)