Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 01/05/2025 13:04:21 WIB
SMANSaKuNews. Keberhasilan sebuah acara selalu melibatkan banyak pihak yang saling bersinergi, menguatkan dan bergotong royong. Ada pihak-pihak di balik layar yang turut andil dan berkontribusi dalam sebuah kegiatan. “Pakarti Sariro Ngarumake Bangsa adalah sengkalan dalam bahasa Jawa kuno, yang jika di baca dari belakang, memiliki makna angka 1984. Tahun ini adalah tahun berdirinya SMA Negeri 1 Kutowinangun, tepatnya pada tanggal 20 November 1984” jelas Waluyo, S.S. guru bahasa Jawa yang menjadi penggagas tagline logo branding sekolah ini.
Selain memiliki makna tahun, sengkalan “Pakarti sariro ngarumake bangsa” merupakan sesanti yang menggambarkan tahun berdirinya sekolah ini, SMA Negeri 1 Kutowinangun di tahun 1980. Pakarti atau tumindak artinya tingkah laku, sariro maknanya adalah badan kita, ngarumake (mengharumkan), bangsa (Negara RI), yang menjadi tekad sekolah untuk senantiasa menunjukkan karya terbaiknya guna turut mengharumkan nama bangsa melalui berbagai inovasi dan prestasi.
Tagline ini berada di bawah logo gunungan yang menjadi simbol utama branding sekolah berbudaya dan berwawasan kebangsaan.
Butuh waktu yang tidak singkat, untuk menggambarkan sebuah pesan dalam bentuk simbol atau logo. Gunungan dipilih sebagai simbol utama, sebab gunungan melambangkan jagad raya dan isinya. Isman Sawabi, S.Pd adalah tokoh yang menggagas logo branding sekolah ini, lengkap dengan makna yg terkandung di dalamnya, yang mencerminkan harapan sekolah ini.
Seperti sebuah rumah, bangunan ini adalah rumah bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Kutowinangun, tempat berteduh dan berlindung, dengan sumber mata air yang tidak pernah habis untuk ditimba. Sekolah adalah sebuah kawah untuk melakukan pendidikan, penggemblengan dan menimba ilmu, yang digambarkan dengan sebuah gunungan emas yang menjulang tinggi dengan 11 tiang penyangga dan 20 sayap disamping kanan kirinya. rumah bertiang 11, dimana jumlah tiang ini melambangkan bulan berdirinya bangunan nan bersejarah ini.
Sayap adalah organ pada burung yang digunakan untuk terbang di angkasa. Kebedaan 2 buah sayap kanan dan kiri dengan jumlah bulu 20 buah yang mengapit logo SMA Negeri 1 Kutowinangun, adalah sebuah simbol kesiapan sekolah untuk melambungkan nama sekolah setinggi-tingginya seperti seorang burung yang terbang dengan mengepakkan sayapnya di angkasa yang tinggi.
Gunungan dalam pewayangan adalah sebuah simbol atau gambaran alam semesta beserta isinya. Bentuknya menjulang dan makin lancip ke atas, yang mengandung nilai filosofis tentang kebijaksanaan dan tujuan akhir hidup manusia, menuju sang Maha Agung. SMA Negeri 1 Kutowinangun, bertekad hendak mewujudkan cita-citanya mewujudkan keluarga yang harmonis, penuh kedamaian, saling menyayangi, jujur dan taqwa dan penuh dengan nilai-nilai ke-Tuhanan.
Dan siapa sangka iringan gending yang memeriahkan acara adalah gending garapan Kepala Sekolah, Ibu Tri Lestari A, S.Pd yang diaransemen Bapak Khamid, M.Pd, mantan Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun dan pengampu ektrakurikuler karawitan dan Rachmat Hendriyanto, S.Pd selaku guru seni musik. Dan sentuhan artistik dari Ibu Nurusyifauziah, S.Pd. (red-SMANSaKu)