Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 27/08/2024 20:04:35 WIB
SMANSaKuNews. “Sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, dimana sekolah memberikan kesempatan dan ruang seluas-luasnya kepada siswa untuk dapat tumbuh dan berkembangnya potensi dan bakatnya, maka sekolah berkomitmen memfasilitasi wadah guna memberikan pelayanan belajar sebaik-baiknya melalui kegiatan ektrakurikuler”
Berbeda dengan tahun sebelumnya, di tahun ini sekolah membuka beberapa cabang ekstrakurikuler baru, sehingga semakin menambah koleksi jumlah ekstrakurikuler yang sudah berjalan selama ini. Hal tersebut dijelaskan Pujiono, S.Pd selaku Koordinator Ekstrakurikuler dan Waka Kesiswaan SMA Negeri 1 Kutowinangun saat bertindak sebagai Pembina Upacara pada Hari Senin, 26 Agustus 2024 lalu. “Sepanjang sejarah SMA Negeri 1 Kutowinangun, tahun ini kita tercatat menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang terbanyak, yakni ada 25 jenis/cabang ektrakurikuler, dari kelompok Krida, olah raga, Seni, Keagamaan, lingkungan dan lainnya. Dengan pertimbangan agar siswa lebih fokus, maka tiap siswa hanya boleh memilih dan mengikuti 2 jenis kegiatan ekstrakurikuler. Ke 25 jenis ekstrakurikuler terseut adalah : Pramuka. PMR, Kupassus/PKS, Rohis, Roka/Rokris, Science Club, Badminton Putra, Badminton Putri, Basket Putra, Basket Putri, Volly Putra, Volly Putri, Futsal Putra, Futsal Putri, Pencak Silat, Tae Kwon Do, Seni Musik (Band), Gitar Solo, Seni Tari, Paduan Suara, Karawitan, Teater, KFIS (Film), Pesona (Lingkungan) dan Jurnalistik.” jelasnya
Pujiono juga mengingatkan, setiap siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler harus menandatangani Surat Pernyataan yang diketahui oleh orang tua/wali masing-masing, mengingat kegiatan ekstrakurikuler berlangsung setelah pelajaran, sehingga jadwal pulang siswa lebih sore bahkan bisa sampai malam hari. Selain itu dengan pernyataan ini siswa lebih serius dalam mengikuti kegiatan ektra tersebut, sehingga benar-benar dapat menjadi media pengembangan dirinya tatkala hidup di masyarakat nantinya.
Kepala SMA Negeri 1 Kutowinangun di tempat terpisah membenarkan banyak Cabang Ekstrakurikuler dibanding tahun sebelumnya. “Banyak jenis ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah sebagai bentuk upaya memberikan pelayanan pendidikan khususnya dalam kompetensi siswa. Tentu butuh biaya yang tidak sedikit, mengingat sekolah juga melibatkan tenaga pengambu dari luar yang lebih kompeten di masing-masing bidang. Untuk itu dibutuhkan kerjasama orang tua/wali siswa untuk turut mendukung dengan melakukan pengawasan dan pendampingan kepada putra-putrinya” (red-SMANSaKu)