Kategori : BERITA Dipublish pada tanggal 19/12/2024 13:06:20 WIB
SMANSaKuNews. Hari Bela Negara (HBN) merupakan hari bersejarah yang diperingati setiap 19 Desember oleh masyarakat Indonesia. Peringatan ini dipicu oleh Agresi Militer Belanda II yang menyebabkan terjadinya kekosongan kekuasaan di Indonesia.
Kekosongan kekuasaan ini kemudian mendorong pembentukan pemerintahan sementara yang dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Pembentukan PDRI ini dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan dan membela kedaulatan Indonesia. Sesuai dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, semua instansi menyeenggarakan peringatan HBN.
Tampil sebagai Pembina Upacara HBN ke-76, Ibu Kepala Sekolah, Tri Lestari A, S.Pd. dalam kesempatan tersebut, Pembina Upacara membacakan sambutan Presiden RI Prabowo Subiyanto dan Ikrar Bela Negara.
“Peringatan Hari Bela Negara yang kita laksanakan hari ini adalah untuk mengenang perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan negara.
Melalui peristiwa bersejarah yaitu Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948, para pahlawan menunjukkan kegigihan dan usaha mereka untuk merebut kembali Bela Negara Kota Negara Yogyakarta.
Kota tersebut yang saat itu merupakan simbol pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada masa itu, Belanda berhasil menangkap sejumlah tokoh penting di Indonesia, yaitu Presiden Ir. Soekarno, Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta, dan beberapa pejabat tinggi lainnya. Hal ini menyebabkan kekosongan kepemimpinan negara”.
Tema Hari Bela Negara tahun 2024 ini adalah GELORAKAN BELA NEGARA UNTUK INDONESIA MAJU". Tema ini mengandung makna bahwa kita seluruh warga negara Indonesia agar terus menggelorakan bela negara dengan berkontrBela Negarasi secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan guna mewujudkan Indonesia maju.
Setiap individu memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks bela negara, terdapat lima nilai dasar bela negara, yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin pada Pancasila, rela berkorban, dan kemampuan awal bela negara.
Senada dengan tema Hari Bela Negara (HBN) ke-76, Bu Tri, juga menegaskan bahwa “SMA Negeri 1 Kutowinangun sudah merilis jargon sekolah berwawasan kebangsaan sebagai bentuk cinta tanah air dan bela negara, Melalui jargon ini, diharapkan para siswa mampu menunjukkan sikap kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecintaaan dengan sekolah dan rasa cinta terhadap sesama”
Semangat bela negara harus dapat diimplementasikan dalam setiap sendi kehidupan bermasyarakat. Bagi siswa dan warga sekolah jiwa Bela Negara dan Rela Berkorban tentu harus dapat terwujud melalui semangat berjuang menunjukkan prestasi yang terbaik, untuk diri sendiri dan sekolah. (red-SMANSaKu).